Jumat, 29 Juni 2012

IDENTITAS DIRI


Krisis indentitas... dua kata yang sering kita dengar , yang kadang dipakai untuk menggambarkan orang yang tidak percaya diri. Tapi memang banyak orang yang tidak tahu identisa diri mereka sendiri. Bahkan banyak juga orang yang tidak tahu sebenarnya apa yang mau mereka capai di hari esok atau mereka mau menjadi orang seperti apa di hari esok.

Akibatnya?? Banyak orang yang hanya menjalani hidup sesuai rutinitas sehari-hari saja. Bangun pagi, mandi, berangkat kerja, pulang sore/malam, tidur, lalu bangun pagi lagi dan seterusnya... tanpa tahu apa tujuan hidupnya dan hasil akhir apa yang harus dicapai dalam hidup ini.Orang yang seperti itu, sebenarnya sudah “mati” hanya masih bernafas saja. Kenapa? Karena hidupnya hanya menggunakan naluri kebiasaan sehari-hari saja, tanpa mau untuk membuat perbedaan atau garis yang jelas dalam hidupnya. Padahal setiap orang hidup ini dibekali dengan akal pikiran untuk menentukan tujuan hidup kita dan untuk kemudian membuat rencana dan melaksanakan rencana tersebut demi mencapai tujuan.

Identitas diri diperlukan agar kita tahu mau jadi orang atau dikenang sebagai orang yang seperti apa kita dikemudian hari. Lalu bagaimana cara untuk menentukan atau menetapkan identitas diri kita? Cara paling gampang adalah dengan menggunakan nama kita sebagai langkah awal. Baik nama lengkap atau nama panggilan. Sebagai contoh biar gampang, saya menggunakan nama panggilan saya sendiri yaitu “ARYS” untuk menetapkan identitas diri saya.

Saya mendefinisikan ARYS adalah :
A – Amanah
R – Ramah
Y – Yakin
S – Syukur dan Sederhana.

Lalu kita jabarkan masing-masing identitas nama kita tersebut atau membuat semacam daftar apa yang harus saya lakukan agar saya menjadi orang yang seperti itu. Misal untuk mejadi orang yang Amanah, maka saya harus : menyampaikan titipan/pesan orang secepatnya tanpa dikurangi atau ditambahi. Dalam usaha saya harus tidak mengurangi timbangan atau takaran, dan lain sebagainya. Atau untuk menjabarkan Syukur, maka saya harus : menerima apapun yang diberikan oleh Allah, baik buruk ataupun baik dengan tangan terbuka dan senyuman. Jika itu buruk maka saya harus introspeksi diri kenapa saya mendapat sesuatu yang buruk, untuk kemudian saya ambil hikmah dan pelajaran dibaliknya. Kalo baik saya akan berbagi dengan keluarga, tetangga dan teman-teman yang lainnya yang membutuhkannya tanpa pamrih, dan lain sebagainya.

Mudah bukan membuat identitas diri?? Jika anda belum mempunyai identitas diri, silahkan coba cara yang paling mudah yang saya sampaikan di atas.

Selamat mencoba dan semoga sukses.
   

Tidak ada komentar: