Blog tempat saya berbagi ilmu dan belajar bersama sahabat-sahabat semua. Semoga tulisan-tulisan sederhana saya dalam blog ini dapat bermanfaat untuk kita semua,amin.
Rabu, 05 Mei 2010
Panduan Membuat Proposal Usaha
Dalam setiap usaha, apa pun jenisnya, tentu melibatkan modal. Modal ini dapat kita kumpulkan dari simpanan pribadi, meminjam dari bank atau lembaga pemberi pinjaman lain, atau patungan dengan partner. Jika kita berniat untuk meminjam ke bank atau pihak pemberi pinjaman, Anda tentu harus membuat proposal usaha. Proposal ini akan digunakan untuk memberi informasi menyeluruh tentang usaha yang ingin Anda jalankan.
Orang biasanya berpikir, membuat proposal pasti sulit. Ternyata tidak juga. "Sebuah proposal yang baik adalah proposal yang mampu menjelaskan secara detail sebuah usaha. Tidak harus ribet. Bisa saja sebuah proposal hanya terdiri atas satu lembar kertas," ungkap Godo Tjahjono, SE, MSi, praktisi bisnis wirausaha.
Tidak semua orang tahu atau mengenal bidang usaha yang jadi minat Anda. Jadi buatlah penjelasan-penjelasan yang sederhana dan mudah dimengerti. Proposal usaha sebaiknya memuat tujuh hal berikut ini:
Gambaran usaha
Poin ini memuat penjelasan secara singkat mengenai usaha yang hendak Anda jalankan.
Pelaku usaha
Beri penjelasan tentang diri Anda. Masukkan latar belakang pendidikan atau pengalaman yang bisa menunjang pelaksanaan usaha. Pemberi pinjaman akan menganggap Anda adalah orang yang tepat.
Apa yang diusahakan
Poin ini menjelaskan apa yang menjadi fokus usaha Anda, apakah berbentuk barang atau jasa. Beri tahu alasan pemilihan usaha tersebut. Akan lebih baik jika jenis usahanya memang sedang naik daun atau yang tak lekang dimakan waktu.
Target pelanggan
Poin ini menjabarkan siapa calon pelanggan potensial Anda, apakah mereka pegawai kantor, ibu rumah tangga, atau yang lainnya. Jelaskan mengapa Anda memilih mereka.
Sebaiknya Anda memiliki pemahaman yang mendalam soal ini karena hal tersebut akan sangat membantu aspek-aspek usaha yang lainnya. Anda jadi tahu bagaimana cara pemasaran dan promosi yang paling tepat untuk mereka. Tidak akan ada waktu, uang, dan tenaga yang terbuang percuma. Pihak yang memberi pinjaman akan melihat keseriusan Anda, dan menganggapnya sebuah kelebihan.
Lokasi
Ini adalah salah satu poin penting dalam proposal. Jelaskan mengapa Anda memilih suatu lokasi sebagai tempat menjalankan usaha. Sebaiknya Anda menyesuaikan lokasi ini dengan barang atau jasa yang ditawarkan serta calon pelanggan.
Kalau bergerak dalam bidang makanan, sangat tidak tepat rasanya bila lokasi yang dipilih adalah yang dekat dengan tempat pembuangan sampah. Bila menargetkan pelanggan dari kalangan menengah ke atas, jangan pilih lokasi yang dekat pabrik. Harus yang lebih nyaman dan berkelas.
Pemberi pinjaman akan datang untuk melihat langsung lokasi itu, dan melakukan penilaian. Jika usaha terletak di tempat yang kurang strategis, tapi masih dalam batas kewajaran, yakinkan pemberi usaha bahwa Anda bisa mengimbangi kekurangan ini dengan cara-cara lain. Bisa pelayanannya yang memuaskan, atau kualitas barang atau jasanya yang di atas rata-rata.
Segi pemasaran juga bisa dioptimalkan dengan menciptakan slogan yang menarik dan mudah diingat.
Jumlah pinjaman
Sebelumnya Anda harus sudah menghitung semua poin pengeluaran. Dalam proposal, cantumkan jumlah pinjaman yang sesuai dengan perhitungan yang Anda buat. Pihak bank akan menanyakan kemampuan Anda mengembalikan jumlah pinjaman itu. Berilah penjelasan yang masuk akal.
Arus kas
Arus kas (cash flow) adalah penjabaran rencana pemasukan dan pengeluaran usaha. Buatlah perhitungan secara rinci dan realistis. Jangan menetapkan target terlalu muluk di bulan-bulan awal karena usaha baru saja dimulai. Setelah beberapa waktu, baru Anda bisa menargetkan pemasukan yang jumlahnya stabil.
Panjangnya arus kas sebaiknya dibuat sesuai dengan lamanya waktu pinjaman yang disepakati. Bila pinjaman akan berlangsung selama dua tahun, aturlah arus kas selama dua tahun juga. Perinciannya dibagi dalam 24 bulan.
Satu prinsip yang perlu diingat para calon pebisnis, pemberi pinjaman biasanya tidak mau menanggung seluruh biaya yang kita butuhkan. "Mereka hanya mau memberi pinjaman sekian persen dari total. Mereka ingin kita juga berkontribusi," ungkap Godo.
Jadi, tunjukkan bahwa Anda juga memiliki tanggung jawab atas usaha Anda sendiri. Tidak masalah jika dana yang Anda miliki sedikit. Yang penting mereka melihat niat baik Anda untuk berusaha.
(Tassia Sipahutar/Majalah Sekar, dikutip dari kompas.com)
Senin, 19 April 2010
BERGAULAH DENGAN UANG MAKA UANG AKAN MENGGAULIMU
Judul di atas bukan bermaksud untuk saru ataupun menimbulkan pikiran mesum di otak kita. Judul diatas terinspirasi dari lontaran yang sangat menarik dari salah satu narasumber dalam salah satu pertemuan TDA Forum yang diadakan oleh TDA Bekasi, yaitu lontaran yang disampaikan oleh Pak Purdhi Chandra. Beliau mengatakan “bagaimana kita mau kaya kalo kita bergaulnya sama uang cuma sekali dalam satu bulan”. Walaupun terkesan guyon, lontaran tersebut jika kita renungkan sebenarnya sangat dalam maknanya.
Lontaran tersebut juga sangat mengena kepada para peserta yang masih statusnya masih karyawan murni dan belum punya usaha apapun. Jika status kita masih karyawan murni, tanpa mempunyai usaha apapun, maka hampir dapat dipastikan kita hanya akan bergaul sama uang hanya sekali dalam satu bulan yaitu saat tanggal gajian saja, selebihnya selewat tanggal itu hampir dapat dipastikan uang dari gaji tersebut akan langsung kabur ke tempat lain, alias untuk bayar kartu kredit, bayar cicilan mobil atau rumah, bayar anu, bayar itu serta bayar-bayar lainnya, tanpa uang tersebut mau silaturahmi lagi sama kita dalam bulan yang sama. Jadi akhirnya, karena uang tersebut tidak mau bergaul dengan kita lagi, maka yang terjadi adalah kita bekerja untuk mengejar uang supaya uang tersebut mau bergaul dengan kita lagi pas tanggal gajian.
Lain dengan mereka-mereka yang sudah mempunyai usaha dan mau menjalankannya secara istiqomah. Hampir dapat dipastikan mereka akan lebih sering bergaul dengan uang. Setiap hari uang dari hasil jualan harus kita jalankan untuk kulakan barang atau bahan untuk jualan kembali, lalu barang/bahan hasil kulakan tersebut harus kita jual lagi untuk mendapatkan uang lagi, lalu di belanjankan lagi dan seterusnya, jadi dalam sehari kita akan bersilaturahmi dengan uang sebanyak 2 kali yaitu saat kulakan dan saat menerima hasil jualan. Bahkan jika jualan kita bisa istiqomah, barang bagus dan pelanggan puas hampir dapat dipastikan maka pelanggan yang akan datang sendiri kepada kita, jika pelanggan datang sendiri maka dapat dipastikan uang akan datang sendiri kepada kita tanpa perlu kita kejar sampai ngos-ngosan.
Ada satu pepatah kuno dari cina yang baiknya kita renungi dalam hal kerja mengejar uang, yaitu “ uang itu kakinya empat, sedang manusia kakinya dua, jadi sekencang apapun kita mengejar uang pasti uang itu akan bisa kabur lagi. Maka dari itu bagaimana caranya sekarang kita yang harus bisa membuat uang mengejar kita, karena pasti kita tidak bisa akan didatangi uang tersebut”.
Salah satu cara agar uang mengejar kita adalah dengan membuka usaha, menjalankannya secara istiqomah, jujur dalam berdagang dan bikin konsumen puas dengan barang dan pelayanan kita. Selama anda hanya menjadi karyawan murni tanpa mau membuka usaha, maka anda hanya dalam poisi mengejar uang, akibatnya seperti yang saya uraikan di atas, begitu kita berhasil menangkap uang (pas tanggal gajian) hampir di pastikan tidak lama kemuduan uang tersebut akan kabur lagi untuk bayar-bayar ini dan itu.
Untuk itu daripada capek mengejar uang, mendhing capek dikejar uang tho, makanya mari buka usaha, mulai dari yang sederhana dulu, kecilan-kecilan dulu tidak apa-apa, tidak usah malu-malu untuk jualan, lha wonk pas laku juga gak malu terima duitnya kok he.. he..
Salam Buka Usaha
Senin, 05 April 2010
INTERMEZO SINGKATAN NAMA KOTA
Selain lembaga pemerintahan, kebiasaan singkat menyingkat juga berlaku untuk tag line suatu daerah.
Solo Berseri, Jogja Berhati Nyaman, Temanggung Bersenyum, Cilacap Bercahaya, semuanya adalah singkatan. Juga untuk menyebut suatu kawasan, yang katanya akan menjadi suatu kawasan yang unggul dan berkembang.
Bermula dari Jabotabek, sekarang Jabodetabek. Muncul pula Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya , Sidoarjo, Lamongan), Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen), Pawonsari Bakulrejo (Pacitan Wonogiri Wonosari, Bantul, Kulon Progo, Purworejo), atau Joglosemar (Jogja Solo Semarang).
Beruntung yang terakhir ini tidak ada yang membalik urutannya menjadi Semarang Solo Yogya disingkat menjadi Semar Loyo.
Mungkin di masa mendatang akan muncul juga tag line Dibalang Sendal (Purwodadi, Batang, Pemalang, Semarang , Kendal), atau Kasur Bosok (Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, Solo, Klaten). Asal jangan Susu Mbokde ( Surakarta , Sukoharjo, Mboyolali, Kartasura, Delanggu) atau Tanteku Montok (Panjatan, Tegalan, Kulwaru, Temon, Toyan, Kokap)
Anak-anak muda Jogja tidak kalah kreatifnya untuk ikut-ikutan menyingkat nama tempat. Sebut saja Amplas untuk Ambarukmo Plaza , atau Jakal (Jalan Kaliurang), Jamal (Jalan Magelang). Kalau sampeyan sekolah di SMA 6, bisa nyombong kalau sampeyan sekolah di Depazter alias Depan Pasar Terban.
Bahkan, dari pusat kota Jogja, sangat mudah untuk mencapai Paris (Parangtritis) , atau Pakistan (Pasar Kidul Stasiun alias Sarkem), bahkan Banglades (Bangjo Lapangan Denggung Sleman).
Sampeyan seorang yang enthengan, ringan tangan, suka membantu, ndak pernah menolak untuk dimintai tolong? Berarti sampeyan layak menyandang nama Willem Ortano, alias Dijawil Gelem Ora Tau Nolak.
Atau kalau sampeyan pinter omong, jualan obat, meyakinkan orang dengan omongan sampeyan yang nggak karuan bener salahnya, maka jangan marah kalau sampeyan dipanggil sebagai Toni Boster, alias Waton Muni Ndobose Banter.
Tambahan, di Malang: ada Turki (Turen Kidul), dan Jerman (jejere Kauman).
Minggu, 21 Maret 2010
INI MASALAH KEBERANIAN
“Didedikasikan untuk Pesta Wirausaha 2010, dalam rangka Milad 4 TDA”
Kemampuan dalam menyediakan modal tidak perlu diragukan lagi, bahkan sudah di patok di kisaran 300 juta siap di gelontorkan, konsep bisnis beserta segala macam perhitungan cash flow dan rencana A, rencana B, sampai rencana Z untuk jalan keluar jika cash flow meleset juga sudah disiapkan, sudah ada team yang terdiri dari orang-orang pintar semua, bahkan jenis usaha yang mau di jadikan ladang bisnis udah ditetapkan. Jika anda di posisi tersebut di atas tapi ternyata usahanya belum mulai-mulai, kira2 apa yang salah yha??
Problem di atas dialami oleh seorang teman yang sudah lama ingin buka usaha, segala yang saya sebut di atas sudah dimilikinya, tapi celakanya, karena partnernya kerja di sebuah bank, di bagian compliant lagi, maka hitunganya malah njlimet bahkan bias dikatakan tidak pernah ketemu hitungan balik modalnya, belum lagi kata partner usahanya, gimana kalo pelangganya gak sesuai hitungan?? he.. he.., saya hanya bisa bercanda, kalo gitu uangnya pinjamin ke saya saja, buat modal buka warung bakso.
Tapi bukan itu jawabanya, jika anda juga mengalami hal yang sama, jawabanya yang betul adalah anda tidak punya keberanian dan tidak punya mental sebagai entrepreneur. Saya yakin bloking mental atau mind set menjadi orang gajian dalam diri anda masih besar. Kalo itu yang terjadi saya sarankan sudah puas sajalah sebagai orang gajian saja he.. he… karena bagaimana kita mau tahu cash flow yang sudah kita buat bisa jalan atau tidak kalo kita tidak pernah menjalankannya?? Bagaimana kita bisa tahu kalo pelangganya akan tidak sesuai hitungan, jika kita belum pernah usaha untuk mencari pelanggan??
Membuka usaha bukanlah melulu tentang punya modal yang besar dan banyak ataupun harus mempunyai pendidikan yang tinggi dan jago menghitung cash flow. Yang paling diperlukan untuk memulai sebuah usaha adalah anda harus punya keberanian, yaitu keberanian untuk memulainya dan menjalanakan usaha tersebut sampai keberanian untuk bangun kembali jika usaha tersebut jatuh.
Banyak kisah inspiratif dari para pengusaha sukses yang hanya dengan modal seadanya tapi punya keberanian untuk memulai dan akhirnya menjadi miliader, yang dapat kita jadikan bahan inspirasi untuk menumbuhkan keberanian kita. Kisah Bob Sadino, yang memulai usahanya dengan jualan telurnya dari rumah ke rumah yang melegenda, sampai akhirnya mampu membangun dan mempunyai jaringan supermarket fresh product yang besar, adalah salah satu contoh bagaimana keberanian untuk memulai mengalahkan segala keterbatasan yang ada.
Hal kedua yang juga penting adalah mengubah mind set dalam memulai usaha. Banyak orang yang mempunyai keinginan untuk berwirausaha tapi takut bangkrut atau merugi. Sebelum memulai usaha justru yang dipikirkanya adalah bagaimana kalo rugi atau bagaimana kalo nanti malah meninggalkan hutang. Akibatnya semangat untuk berwirausahanya kembali memudar atau kalaupun dipaksakan akhirnya rugi beneran, karena dari awal yang dipikirkan adalah ketakutan untuk merugi. Coba anda balik mind set anda menjadi bagaimana kalo untung yha atau bagaimana kalo tiba2 usahanya besar yha??? Insya Allah usaha anda untung dan besar, kenapa?? Karena ada nasehat dari orang bijak “you are what you think are you” atau “anda akan menjadi apa yang anda pikirkan tentang diri anda sendiri”. Jika dalam memulai usaha anda sudah berpikir tentang rugi, secara otomatis karena yang terprogram di otak kita adalah rugi maka otak kita akan mengendalikan kita kearah tindakan-tindakan yang membawa dampak yang negative terhadap usaha kita. Sebaliknya jika pikiran kita sudah berpkir tentang untung dan pengembangan usaha, maka otomatis otak akan mengendalikan kita ke arah tindakan-tindakan yang membawa dampak positif bagi usaha.
Bagaimana jika ada masalah dalam usaha??? Masalah itu soal biasa, maka hadapi saja. Dibalik masalah pasti ada kemudahan. Disamping itu, jika ada masalah datang ke usaha anda, itu tandanya usaha anda akan naik kelas. Semua masalah insya Allah pasti bias diatasi, karena Allah sudah berjanji dalam Al Qur’an bahwa Allah hanya akan memberikan ujian kepada hamba-Nya sesuai kemampuan hamba tersebut, sepanjang hamba tersebut mau berdo’a dan berusaha semaksimal mungkin.
Yang kedua jika timbul masalah maka focus pada peluang di balik masalah tersebut, jangan focus pada masalahnya. Untuk itu mind set yang perlu kita bangun adalah sebagai berikut; “berat sich masalahnya, tapi peluangnya juga ada tuch”. Jika mind set kita sudah seperti di atas, maka fokuskan pada peluang yang ada dan kejar terus peluang tersebut, anggap masalahnya sebagai bonus. Jangan sampai mind set yang kita pakai dalam menghadapi masalah adalah mind set pecundang yaitu “peluangnya ada sich, tapi masalahnya berat banget tuch”. Jika anda menggunakan mind set yang kedua, maka saya yakin anda akan mundur, karena sudah focus pada masalahnya dan melihat peluang yang ada hanya sekedar sampingan saja bukan focus utama.
Untuk menumbuhkan keberanian dalam membuka usaha dapat dilakukan dengan cara bergabung dalam komunitas wirausaha. Ingatlah dalam sya’ir lagu tentang “tombo ati”, jika kita ingin menjadi orang soleh, maka bergaulah dengan orang soleh, sya’ir tersebut berlaku disini, jika ingin jadi wirausahawan bergaulah dengan wirausahawan yang lain, karena akan membantu kita merubah mind set, menambah wawasan tentang usaha itu sendiri, memperluas networking dan yang jelas akan menjaga semangat wirausaha kita.
Jika anda ingin bukti hal tersebut di atas, silahkan daftar di Pesta Wirausaha 2010 di www.pestawirausaha.com
Selasa, 09 Maret 2010
PEDAGANG PEYEK JOGJA NAIK KELAS
Pak dhe, itulah tukang ojek dan pedagang sekitarnya memanggilnya, nama aslinya sendiri selalu dirahasiakannya. Lelaki berkulit hitam dan berkumis tebal, yang tiap hari mangkal di depan Pintu Jatibening Estate dari arah Jalan Cempaka.
Pak dhe yang setiap harinya berdagang peyek jogja dengan harga 5 ribu per plastik, ini memang sosok yang ulet dan tekun dalam bekerja. Saya ingat waktu pertama kali mangkal, Pak Dhe cuma menggunakan kardus besar bekas bungkus rokok dan potongan kardus yang ditulis dengan spidol untuk mencantumkan nama produk yang dijualnya, dan kardus tersebut ditaruh di atas sepeda onthelnya.
setiap hari mulai jam 6 pagi, saat saya masih jalan-jalan pagi sama anak-anak sampai jam 8-9 malam, Pak dhe masih dengan setia menunggu dagangannya.
Tidak peduli panas atau hujan, jualan peyek tetap jalan. Ketekunan dan keuletan dalam berjualan yang di jalaninya dalam berjualan peyek jogja dan penerapan management berjualan yang benar, sekarang telah membuahkan hasil. Pak dhe bercerita bahwa setiap habis subuh, dia dan istri sudah harus jalan untuk mengambil peyek jogja dari distributor di bekasi, lalu langsung dibawanya ke lapak di depan Gerbang Jatibening Estate di depan Blok H.
Di jalan cempaka yang setiap pagi mulai dari jam 5.30 sudah ramai dengan lalu lalang orang yang akan berangkat kerja ataupun mengantar anak ke sekolah itulah pak dhe mengais rizki dengan tekun. Dengan omzet lebih dari 300 ribu per hari, pak dhe dapat mengantongi keuntungan 100 ribu per hari jadi dalam satu bulan pak dhe mendapatkan penghasilan sekitar 3 juta (100 ribu x 30 hari.

Yang lebih menarik lagi dari sosok pak dhe adalah kedispilinanya dalam mengatur keuangan dari hasil jualannya. Modal yang kembali selalu langsung dipisahakn dari keuntungannya, lalu pak dhe hanya mengambil sekitar 1/2 dari keuntunganya untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan yang 1/2 lagi ditabungnya untuk pengembangan usahanya, sehingga tidak heran jika sekarang pak dhe sudah naik kelas. Daganganya sekarang sudah display di lemari alumunium yang di lapisi kaca, bukan di kardus bekas rokok lagi. Tongkronganya pun sudah di atas sepeda motor dan banner produkpun sudah bukan kertas bekas lag, tapi menggunakan digital printing.
Pak dhe juga sudah mulai mengajari anaknya untuk berjualan peyek jogja dan sudah mulai mencari tempat untuk lapak keduanya yang akan diberikan untuk anaknya.
Dari pak dhe kita dapat belajar bahwa dalam menjalankan usaha ketekunan dan keuletan sangat diperlukan. Usaha tidak cukup hanya taruh modal besar lalu kita tinggal leyeh-leyeh menunggu keuntungan datang.
Usaha tetap harus melibatkan kita sebagai owner dalam menjalankannya, walaupun system sudaha ada. Minimal kita harus terlibat dalam melakukan pengawasan dan inovasi atas usaha tersebut. Hal lain yang juga perlu adalah tertib adminsitrasi dalam keuangan, kita tidak boleh mencampuradukan keuangan usaha dengan rumah, jika kita harus mengambil uang untuk kebutuhan sehari-hari, pastikan kita mengambilnya dari keuntungan yang kita dapat, itupun juga semua keuntungan kita mabil, sisakan keuntungan untuk kita tabung sebagai dana cadangan jika modal kita tergerus ataupun untuk pengembangan usaha. Jika Pak Dhe bisa, saya yakin kitapun bisa.
Senin, 08 Maret 2010
SINERGI USAHA, MENINGKATKAN OMZET (Cerita Ngelapak Bersama Tim Huru Hara KOMPAK TDA)
Bakso bakar…. jamur crispy….. bir pletok….. kerupuk setan…, bakso bakar…. jamur crispy….. bir pletok….. kerupuk setan, bakso bakar…. jamur crispy…… bir pletok….. kerupuk setan……
Itulah teriakan-teriakan dari Tim Huru Hara dan pasukan tidak kenal malu Kompak TDA saat ngelapak di TMII tanggal 7 Maret 2010. Tim Huru Hara yang di gawangi raja sandal, mas Rozi dari www.rajasendal.com, yang kali ini dating komplit bawa pasukan dari Surabaya mas Farid dan mas Hasan, saya sendiri dari www.distributorbakso.com, bu Riana dan teman-teman kompak yang lainnya, tidak henti-henti menawarkan dagangannya kepada pengunjung TMII dan hasilnya memang ruuuuaaaarrr biasaaaaa.
Belum lagi aksi mang Yana dan mbak Galuh dengan Sop Buah-nya yang ekstra mantap segarnya, yang kali ini lebih semangat dan pede dalam berjualan dan menerapkan strategi mengasong sambil membawa sop buahnya keliling TMII. Belum lagi Pak Dedy dengan teh bandulan dan cireng bandungnya, yang walupun Cuma senyum-senyum lihatin tim huru hara teriak-teriak, tapi omset teh dan cirengnya juga luar biasa. Belum lagi si Gilang dan teman-temanya dan teman-teman KOMPAK TDA lainnya.
Jualan dengan cara keroyokan atapu sinergi seperti yang kami lakukan kemarin terasa lebih mengasyikan, disamping menarik pembeli karena teriakannya yang lucu-lucu, juga sedikit banyak menghilangkan rasa malu ataupun minder dalam menawarkan barang kepada konsumen. Sinergi juga terbukti meningkatkan omzet, karena jika ada pembeli yang tertarik membeli salah satu jualan kita, otomatis kita juga sekalian bisa menawarkan atau minimal mempromosikan jualan kita yang lain. Seperti yang terjadi kemarin, banyak yang tertarik membelo bakso baker, tapi setelah di meja kita, maka langsung juga ditawarkan jamur crispy dan sosis baker dan akhirnya mereka tertarik juga untuk membeli.
Ada satu usulan yang menarik saat ngelapak tanggal 7 kemarin yaitu membuat “TDA Area” dia kawasan kayu gede. Dalam bayangan saya, di lot 47, 48, 49 dan 50 serta depanya kita kavling saja langsung untuk teman-teman TDA dan saat ngelapak hari minggu kita pasangin spanduk atau papan dengan tulisan “LAPAK KOMUNITAS WIRAUSAHA TDA”.
Minggu, 28 Februari 2010
TIDAK PUNYA MEJA LIPAT, MEJA SETRIKA-PUN JADI (Sepenggal Cerita Ngelapak Di TMII bersama Laskar KOMPAK TDA
Setelah kuping selalu panas serta tangan gatal-gatal dengar cerita teman-teman KOMPAK TDA yang ngelapak di TMII, ditambah kedahuluan action yang dilakukan Mas Rozi, (partner di www.distributorbakso.com ) untuk jualan Bakso Bakar, pagai tadi akhirnya saya bergabung juga dengan teman-teman KOMPAK ngelapak di TMII. Dengan membawa rombongan besar, (istri dan 2 anak yang masih balita plus asissten rumah tangga), misi ngelapakpun akhirnya ketambahan sekalian ber-wisata ke TMII.
Dengan peralatan seadanya, bahkan meja yang saya pakai untuk menggelar dagangan memakai meja setrika, tidak mengurangi keasyikan untuk berjualan secara langsung kepada pembeli. Mengambil lokasi di kawasan wisata makanan kayu gede lot no.48, terlihat beberapa laskar KOMPAK juga menyusul hadir kemudian. Ada Mang Yana dan mbak Galuh, Pak Hantiar sekeluarga, Pak Dedy juragan Teh Bandulan, ibu Riana, Ibu Ely dan beberapa laskar KOMPAK lainya .
Walaupun keadaan agak sepi dan tidak seramai hari minggu yang lalu-lalu, akibat libur panjang akhir pekan, hal tersebut tidak mengurangi semangat laskar KOMPAK untuk jualan. Dari lapak saya, tercatat 30 porsi bakso bakar barbeque terjual selama 2 jam. Lapak Pak Hantiar dan teman-teman yang lain juga banyak didatangi pembeli. Apalagi lapak Pak Dedy, dengan teh bandulanya, yang pada awal buka dibanderol 1.500 per gelas, setelah peminat banyak harganya malah naik menjadi 2.000, tapi pembelinya malah banyak justru setelah harga dinaikan
.
Dari ngelapak hari ini, banyak sekali hikmahnya, salah satunya adalah tidak perlu harus mempunyai alat-alat lengkap untuk ngelapak, sayapun akahirnya pakai meja setrika, malah Pak Dedy pernah membawa daun jendela rumahnya untuk alas ngelapak di TMII. Ada juga teman KOMPAK (mas Ricky) yang SMS ke saya, minta ikut ngelapak, mau jadi asisten saya karena belum pede mau buka lapak sendiri. Akhirnya yang bersangkutan saya suruh dating aja ke TMII dan kenalan dengan teman-teman KOMPAK lainya, dengan harapan minggu depan MasRicky sudah pede buka lapak sendiri setelah melihat teman-temna KOMPAK juga ngelapak dengan alat seadanya.
Langganan:
Postingan (Atom)