Rabu, 17 Februari 2016

Madinatul Munawwaroh tempat mencurahkan segala rindu kepada Rosulullah dan Para Sahabatnya

Madinah kota suci umat Islam kedua setelah Makkah adalah kota yang sangat penting bagi perkembangan Islam. Tempat Nabi dan para sahabatnya (kaum Muhajirin) di sambut dengan gembira oleh Kaum Anshor saat berhijrah dan dipersaudarakan oleh Rosul dalam keislaman. Di Madinah pula Rosul mencetuskan Konsep Negara Rohmatan lil alamin melalui Piagam Madinah, dimana perbedaan dalam beragama di hormati dan tidak ada pemaksaan dalam memeluk agama Islam.
Di Madinah pula Rosul dimakamkan bersama sahabat terkasihnya Abu Bakar RA dan sahabat pemberaninya Umar Bin Khattab RA serta Aisyah dan Fatimah Azzahro. Makam tersebut terletak di Masjid Nabawi, salah satu masjid yang mempunyai nilai ibadah yang penting, dimana jika kita sholat di dalamnya maka kita akan diganjar dengan 1000 pahala sholat di masjid lain selian Masjidil Haram serta Tempat Raudhoh, salah satu tempat paling mustajab utk berdo'a berada.
Gunung uhud adalah salah satu tempat bersejarah di Madinah. Gunung sepanjang 7 KM tersebut merupakan Tempat terjadinya perang Uhud yang memberikan pelajaran yang besar bagi Umat Islam. Perang yang memberikan kekalahan pertama bagi Umat Islam setelah menang besar dalam perang badar. Umat Islam kalah dalam perang uhud karena para pemanah yang ditempatkan Rosul di Jabal Ruman turun karena tergiur ghonimah yang ditinggalkan kaum qurays, padahal Rosul sudah berpesan agar apapun yang terjadi para pemanah tidak boleh turun dari Jabal Ruman.
Dalam perang tersebut Rosulullah bahkan terluka berat. 2 giginya tanggal dan tertembus panah. Paman Rosul, Sahabat Hamzah bin Abi Tholib RA pun meninggal syahid dalam perang uhud tersebut. 
Kekalahan tersebut memberikan minimal 2 pelajaran penging bagi umat Islam, yaitu:
1. Agar tertib dan menta'ati perintah Rosul; dalam hal ini para pemanah tidak mentaati peringah Rosul utk tidak turun dari jabal rumat apapun yang terjadi; dan
2. Dalam melakuka sesuatu Selalu meluruskan niat, jangan sampai tergiur dengan hal lain selama tujuan utama belum tercapai. Dalam hal ini para pemanah melupakan tujuan utama berjihad yaitu menegakan dan mempertahankan islam, mereka malah tergiur utk mengambil ghonimah lebih dahulu padahal perang belum usai.

Gunung uhud juga dijadikan ukuran Allah dalam memberikan pahala bagi muslim yang mau mensholatkan jenazah. Dimana pahalanya adalah 1 qirot. Saat Rosul ditanya berapa besar 1 qirot, sabda rosul sebesar gunung uhud. Bagi yang mau mengantar sampai ke pemakaman di beri pahala 2 qirot.

Beberapa Masjid yang mempunyai sejarah penting yang ada di Madinah adalah:
MASJID QUBA
Masjid yang pertama kali dibangun oleh Rosulullah adalah Masjid Quba. Masjid tersebut dibangun atas usul Sahabat Ammar Bin Yasir dan terletak di kebun kurma yang diwakafkan salah satu sahabat Anshor. 

Dalam sebuah hadis diriwayatkan "barang siapa berwudhu dari rumah dan kemudian sholat 2 rokaat di Masjid Quba, maka Allah akan memberikan pahal sebesar pahal umroh".

MASJID QIBLATAIN
Masjid qiblatin awalnya adalah Masjid Bani Salamah. Di Masjid inilah Rosulullah diperintahkan oleh Allah untuk mengubah arah kiblat dari Masjidil Aqso ke Masjidil Haram. Dalam sebuah hadist diriwayatkan pada tahun 2 Hijriah, saat sholat dhuhur, memasuki rokaat ke tiga turun ayat dari Allah agar Rosul mengubah arah kiblatnya. Jadi rokat 1 & 2 Rosul sholat menghadap Masjidil Aqso dan rokaat ke 3 & 4 menghadapa masjidil haram. Itulah kemudian masjid tempat rosul sholat dikenal dengan nama Masjid Qiblatain. Peristiwa tersebut diabadikan dalan Al Qur'an surat Al Baqoroh ayat 143 dan ayat 144.


MASJID HIJABAH
Masjid Hijabah awalnya merupakan Masjid Bani Muawiyah. Rosulullah pernah berdoa di Masjid tersebut dan meminta 3 permintaan kepada Allah. Dari 3 permintaan tersebut dua permintaan Rosul dikabulkan dan 1 tidak dikabulkan oleh Allah.

Dua permintaan Rosul yang dikabulkan adalah :
1. Rosul minta agar umatnya tidak mengalami kelaparan atau paceklik; dan
2. Rosul meminta umatnya agar tidak binasa karena musibah banjir.

Adapun permintaan Rosul yang tidak dikabulkan oleh Allah adalah agar umatnya tidak berbeda pendapat dan terpecah karenanya. Hikmah yang dapat diambil dari tidak dikabulkannya satu permintaan rosulullah tersebut di atas adalah karena perbedaan dalam Islam adalah rahmat dan umat Islam dituntut utk mau belajar saling menghargai dan memahami tentang perbedaan dalam beragama, karena ilmu tentang islam adalah seluas alam semesta ini, bahkan jika bumi dan planet2 dijadikan lembarannya dan seluruh air lautan dijadikan tintanya, maka tidak akan mampu menuliskan ilmu-ilmu dari Allah.
Untuk itu kita tidak boleh merasa paling benar sendiri dalam berislam dan menyalahkan bahkan mengkafirkan mereka yang berbeda dengan kita dalam berislam, apalagi kalo sekedar furu'iyah

Rabu, 03 Februari 2016

Di Tepi Sungai Jordan Aku Menunggumu

Ini merupakan catatan Perjalanan Umroh + Jordania dari tanggal 11 - 21 Januari 2015 yang saya lakukan. Tulisan ini juga sudah pernah saya posting di halaman Facebok saya di https://www.facebook.com/alfarisi.fadjari. Tulisan berseri Mulai dari perjalanan di Jordania, Madinah Sampai di Makkah.

Jordania, negara kecil berpenduduk sekitar 6 jutaan dan dikelilingi negara yg sedang berperang yaitu Syiria, Palestina dan Irak. Penguasa dan penduduk Jordan adalah keturunan Bani Hasyim jadi masih satu kakek dengan Rasulullah. 
Jordania berbatasan langsung dengan Palestina, Irak, Syiria dan Arab Saudi. Walaupun dikelilingi wilayah konflik, kondisi Jordania aman-aman saja di terhindar dari perang. Penduduk Jordania berkeyakinan itu karena barokah dari para sahabat dan pejuang Islam yang banyak dimakamkan di Jordania. Diantara Pejuang Islam yang dimakamkan di Jordania antara lain Mu'adz bin Jabal RA, Surahbil, Abu Ubaidah bin Jarrah RA salah satu sahabat yg dijamin masuk surga oleh Rosulullah dan Dzirar bin azwar RA panglima perang yarmuk. Disamping itu masih ada sekitar 24 ribu sahabat dan pejuang islam yg dimakamkan di Jordania. Banyaknya Sahabat dan pejuang Islam yang dimakamkan di Jordania adalah karena banyak peperangan di zaman nabi dan zaman dulu seperti perang yarmuk, mut'ah sampai perang salib di masa Salahudin Al Ayubi di Daerah Jordania.
Salah satu Nabi dan Rosul yang dipercaya dimakamkan di Jordania adalah Nabi Syuaib AS. Beliau merupakan mertua dari Nabi Musa. Dalam Al Qur'an dikisahkan Nabi Syuaib Hidup di daerah Madyan Jordania yang berbatasan dengan Palestina. Saat ini daerah sekitar makam Nabi Syuaib di kenal sebagai Lembah Syuaib yg subur dengan sumber air yang terus menerus mengalir serta tanaman sayuran dan buah-buahan yg menghasilkan sepanjang tahun dan merupakan daerah pemasok buah dan sayuran utama di Jordan. 
Dalam riwayatnya dikisahkan umat Nabi Syuaib merupakan pedagang yang ulet. Hanya saja mereka tidak jujur dan suka mengurangi timbangan. Saat Nabi Syuaib mengingatkan mereka, umatnya malah menentangnya. Lalu Allah timpakan azan berupa suhu yanga sangat panas. Diantara suhu yg panas tsb Allah berikan awan hitam yg dapat menaungi dari hawa panas. Lalu berbondong-bondong Umat Nabi Syuaib berlindung dibawah awan tersebut. Setelah semuanya berlindung Allah timpakan azab tambahan berupa hujan batu yg membinasakan umat Nabi Syuaib yg menentangnya.



Salah satu destinasi wisata yang juga menarik di Jordania adalah Laut Mati. Daerah yang dipercaya berada paling rendah di permukaan bumi. Air laut mati (dan juga pasirnya) konon mempunyai khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, bahkan katanya dapat menjaga kulit tetap muda.
(Jordania 12 Januari 2016)

Jumat, 04 Desember 2015

Victory mind Vs Victim mind

Kemarin ikut sesi sharing seorang teman dan diajari tentang victory mind vs victim mind.

Secara tdk sadar kita sering menjadi pemilik victim mind yg lambat laun menjadi pembenaran atas setiap ketidak benaran yg kita lakukan.

Sebagai contoh jika kita terlambat memenuhi sebuah janji, maka seseorang yg mempunyai victim mind akan cenderung menyalahkan jalanan yg macet, hujan deras, sopir taksi ato busnya yg lambat dan lain sebagainya.

Sebaliknya jika kita mempunyai victory mind maka kita akan minta maaf kenapa kita tdk jalan lebih pagi krn sdh tau jalanan macet, knp tdk bawa payung kalo sdh tau ini musim hujan.

Dengan mempunyai victory mind, kita akan lebih antisipatif terhadap sesuatu dan punya potensi tdk terkena masalah krn sebab tertentu.

Bayangkan jika yg akan kita temui adalah customer besar kita dan kita terlambat dan membuat customer menunggu??? Kalo saya jd customer tsb, saya pasti akan membatalkan niat saya utk pesan barang ke org tsb. Janji ketemu saja sdh terlambat apalagi disuruh produksi barang.

Mari memupuk victory mind kita dan mulai hilangkan victim mind kita.

(sambil nunggu di bengkel. 05/12/2015).

Senin, 23 November 2015

LEADERSHIP DALAM DUNIA USAHA (1)



Menurut Colin Powell, seorang Jendral Angkatan Bersenjata USA dalam perang Irak tahun 1990-an, Kepemimpinan adalah seni mencapai sesuatu yang lebih daripada apa yang diperkirakan mampu dicapai oleh ilmu management. Seorang pemimpin harus mampu melihat, membaca dan merealisasikan apa yang tidak bisa dicapai oleh ilmu management.

Disini seorang pemimpin dituntut untuk mempunyai pemikiran, ide, konsep, tindakan dan jalan keluar yang out of the box dan tidak terpaku kepada teori-teori management semata. Seorang pemimpin harus selalu mempunyai jalan lain menuju Mekkah.

Untuk menjadi seorang Pemimpin ada beberapa sifat yang harus kita miliki dan kita praktekan dalam dunia nyata yaitu :

Terbuka dan terus belajar
Seorang pemimpin harus berpikiran terbuka dan mau mendengarkan serta belajar dari siapa saja. Mereka juga harus mau terus belajar untuk memperluas cakrawalanya. Sepanjang hal-hal yang kita pelajari dan kita dengar bermanfaat bagi kita, maka hal tersebut dapat kita jadikan referensi bagi seorang pemimpin untuk mengambil keputusan dan menjalankan roda organissai.

Berorientasi pada pelayanan
Seorang pemimpin melihat hidupnya sebagai sebuah misi, bukan jenjang karir. Hidupnya adalah untuk memberikan manfaat bagi orang lain bukan sekedar untuk mendapatakn manfaat bagi dirinya sendiri.

Memancarkan energi positif
Pemimpin harus mempunyai sikap yang positif, riang, bergairah tidak bleh berputus asa ataupun selalu mencari alasan dalam hal menghadapi kegagalan. Pemimpin tidak boleh mengeluh kepada atau didepan anak buahnya.

Mempercayai orang lain
Pemimpin harus percaya kepada anak buah yang dipimpinnya dan percaya bahwa setiap orang yang dipimpinnya punya potensi terpendam yang dapat memberikan kontribusi kbagi kemajuan usaha ataupun organisasi yang kita pimpin. Seorang pemimpin lebih baik menggali potensi anak buah dari pada sekedar mencari-cari kelemahan orang tersebut.


Hidup seimbang
Seorang pemimpin harus mampu dan mau untuk melihat sesuatu dari 2 arah yang berbeda. Tidak fanatik terhadap sesuatu, dan selalu terukur dalam menilai sesuatu, tidak condong kepada satu hal akan tetpai memutuskan berdasarkan ukuran yang yang sudah nyata.

Melihat hidup sebagai petualangan
Seorang pemimpin melihat hidup sebagai sebuah petualangn bukan perjuangan semata. Harus mampun juga menikmati hidup. Kenyamanan hidup ditentukan dari dalam diri kita, bukan dari luar diri kita. Tidak cepat berpuas diri, karena harus bisa melihat setiap celah perbaikan yang harus dilakukan.

Sinergistik
Seorang pemimpin haru mau dan mampu bersinergi dengan keadaan dan apapun yang ada di sekitar kita sepanjang hal tersebut mampu membawa keuntungan dan perkembangan bagi usaha kita. Seorang pemimpin juga harus mempunyai prinsip komunikasi dan negosiasi dalam situasi apapun, tidak kaku dan ingin menangnya sendiri.

Memperbaharui diri
Seorang pemimpin harus mau dan mampu bangkit dari keterpurukan, kegagalan maupun pahitnya keadaan. Mampu memperbaiki apa yang kurang benar dan mampu meluruskan apa yang bengkok. Tidak menyerah dengan keadaan yang ada ataupun setiap kejadian dan masalah yang menimpa.
 

Rabu, 15 Juli 2015

Tentang Ucapan Mohon Maaf Lahir dan bathin serta Minal ‘Aidin wal Faizin saat Idul Fitri

Beberapa hari ini sering kali dapat BC baik di WA, BBM maupun di Fesbuk postingan dari seorang “ustadz” yang mempertanyakan (bahkan cenderung menyalahkan) dan menganggap keliru luar biasa kebiasaan kita mengucapkan ucapan Mohon Maaf Lahir dan bathin serta Minal ‘Aidin wal Faizin saat Idul Fitri, dan seperti biasa  membandingkannya dengan tradisi di Turki atau Arab Saudi JJ

Mari kita lihat lagi lebih jernih makna kedua ucapan tersebut dari sisi yang lain.

Mengenai ucapan Minal ‘Aidin wal Faizin atau “kita kembali dan meraih kemenangan” yang dipertanyakan kemenangan melawan apa dan kembali kepada apa? bahkan “ustadz” tersebut secara su’udzon menyatakan apakah kita menang melawan Ramadhan sehingga kita bisa kembali berbuat keburukan””??

Jika kita mau berpikir dan memahami dengan positif makna puasa, maka pertanyaan “su’uzdon” tersebut tidak perlu timbul. Sebagaimana sudah mafhum kita ketahui bahwa kita diwajibkan berpuasa adalah agar menjai “La’allakum Tattaqun” atau agar menjadi orang bertaqwa. Disini mempunyai 2 makna, yaitu

1.          Untuk kita yang sebelum Ramadhan ketaqwaan kita berkurang  bahkan hilang, dengan berpuasa mari kita kembalikan ketaqwaan kita tersebut.

2.          Untuk kita yang “sudah merasa bertaqwa” agar meningkakan ketaqwaan kita tersebut.

Dari 2 ha tersebut di atas, jelas kemana kita harus kembali, bukan kembali melakukan keburukan setelah Ramadhan sebagaimana “su”udzon sang “ustadz.” Tapi ucapan “Minal ‘Aidin wal Faizin” lebih bermakna sebagai ucapan do’a dari seorang muslim kepada saudara muslim lainnya “semoga kita kembali menjadi orang bertaqwa bagi yang ketaqwaanya sempat “lepas” dan kembali meningkat ketaqwaannya bagi yang ketaqwaannya masih terjaga.

Mengenai meminta maaf saat idul fitri, hal tersebut tidak ada salahnya, tokh kalo sang “ustadz” konsisten dengan postingannya bahwa minta ma’af bisa setiap saat, berarti minta ma’af saat idul fitri yha juga jangan disalahkan donk… :p

Tapi kalo kita mau merenung lebih jauh tenang permintaan maaf di hari raya Idul Fitri, maknanya bagi seorang muslim sangat dalam. Saya yakin kita semua sudah tahu bahwa di hari raya idul fitri adalah waktu dimana manusia kembali menjadi fitri atau kembali ke kesucian/kebersihan jiwa setelah berpuas selama Ramadhan bahkan ada yang berpendapat bagaikan seperti bayi yang baru lahir kembali.

Untuk kembali menjadi fitri salah satu usaha yang harus kita tempuh adalah memohon maaf atas kesalahan kita baik kesalahan kepada Allah ataupun kepada Manusia. Untuk kesalahan kepada Allah, baik karena kita meninggalkan kewajiban-kewajiban ataupun melakukan hal-hal yang dilarang kita cukup meminta maaf dan ampun langsung kepada Allah. Insya Allah setelah menjalani puasa selama Ramadhan,  menahan nafsu Selama puasa, menjalankan dan meningkatkan ibadah-ibadah selama bulan ramadhan baik melalui sholat tarawih dan witir, membaca al qur’an lebih sering, meningkatkan mengerjakan sholat-sholat lainnya, maka Insya Allah ampunan dari Allah atas dosa-dosakita terdahulu akan diampuni oleh Allah.

Tapi bagaimana dengan kesalahan kita terhadap manusia?? Islam mengajarkan bahwa kesalahan kita kepada manusia hanya akan diampuni oleh Allah setelah kita meminta maaf kepada orang tersebut dan orangnya memberikan maaf kepada kita. Jadi kalo untuk kembali menjadi fitri kita juga harus minta maaf kepada saudara-saudara kita, lantas salahnya dimana???

Satu lagi sang “ustadz” menyarakan kita mengucapkan “As’alukal Afwan Minal Dzahiran Wal Bathinan, tapi “mempertanyakan ucapakn “ mohon maaf lahir bathin”. Bukankah artinya sama saja?? Hanya yang satu dalam bahasa Arab yang satu dalam bahasa Indonesia….


Semoga bermanfaat, agar kita bisa berpikir lebih jernih.

Selamat Idul Fitri 2015, Mohon Maaf Lahir dan Bathin..

Rabu, 26 Maret 2014

MENULIS ITU LUAR BIASA



Pernah tidak setelah kita membeli buku dan membaca isi buku tersebut terlintas di pikiran kita "ah ternyata isinya biasa saja" atau "ah kalo yang begini sich saya juga tahu" atau "yang begini sich sudah sering saya lakukan sehari-hari". Dan mungkin masih banyak pikrian yang terlintas setelah membaca sebuha buku.

Lintasan pikiran tersebut memang tidak sepenuhnya salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar. Isi buku memang boleh jadi “biasa” saja atau berisi hal yang kita sudah tahu atau sudah biasa kita lakukan. Yang luar biasa dari sebuah buku adalah penulisnya mau menuliskan hal-hal yang "biasa" tersebut menjadi sebuah buku.

Yha, menulis memang sangat luar biasa. Sesederhana apapun sebuah tulisan, itu membutuhkan sinkronisasi antara bahasa angan-angan dengan bahasa tekstual. Banyak orang yang jago dalam membayangkan suatu kejadian, akan tetapi begitu diminta menuliskannya, maka seolah-olah bayangan tersebut pudar entah kemana. Jadi kalo begitu menulis itu susah donk??? Tidak juga, menulis tidak sesusah bayangan kita. Salah satu trick mudah untuk menulis adalah segera tuliskan apa yang melintas dalam pikiran kita, baik dalam selembar kertas, gadget ataupun langsung di depan sebuah komputer/notebook. Minimal ide-ide yang sudah melintas tidak akan hilang atau terlupa begitu saja.

Dibalik keluarbisaan dari menulis, kita juga hati-hati dengan tulisan kita. Ada pepatah yang menyatakan  bahwa “goresan pena kadang lebih tajam dari tebasan pedang”. Artinya jika kita menebas sesuatu dengan pedang, maka hanya pada saat itu kejadian dapat dilihat. Tapi begitu kita menuliskannya, maka akan menjadi sejarah tersendiri dan dikenang oleh banyak orang. apalagi di zaman internet seperti sekarang, tulisan kita akan bertahan lama di halaman-halaman internet dan bisa jadi cepat tersebar dibaca banyak orang.

Sebuah tulisan bisa menjadi goresan sejarah kehidupan seseorang. Dari tulisan-tulisan para penulis kita bisa mengenal banyak hal dan belajar dari tulisan-tulisan tersebut. Jika kita pidato didepan banyak orang, maka kenangannya hanya akan bertahan sesaat saja bagi pendengarnya, malah bisa jadi begitu keluar dari arena pidato sudah hilang. Tapi dengan tulisan, kenangan tersebut akan terus menerus ada selama tulisan atau bukunyaya masih ada.

Sebuah tulisan juga dapat membuat bahagia seorang penulis, jika tulisannya mampu menginspirasi banyak orang dan manfaatnya dapat terus menerus berguna bagi pembacanya.

Jadi tunggu apa lagi untuk memulai menulis dan menjalankannya secara rutin (kalo ini juga teguran bagi Penulisnya he.. he..)

Semoga bermanfaat.


Kamis, 21 November 2013

MEMBACA LAPORAN FINANSIAL USAHA


Laporan Finansial Usaha, baik berupa laporan keuangan, pencatatan aktifitas harian usaha, data konsumen, catatan stock barang, laba rugi ataupun neraca merupakan laporan yang harus dimiliki oleh setiap pelaku usaha. Tanpa laporan-laporan tersebut bisa dipastikan kita akan kesulitan utnuk mengembangkan usaha kita. Ibaratnya orang berjalan, seperti berjalan dalam gelap tanpa lampu penerangan.

Dibanyak kasus yang saya temui, banyak kawan-kawan yang pede usahanya maju pesat hanya dengan melihat omset-nya yang lumayana gede. Tapi setelah dijalani sekian lama, dia sendiri juga bingung, dengan omset segitu yang dia dapatkan, ternayat tidak ada pertambahan kekayaan pribadi diakhir periode tertentu, bahkan keuangan pribadi malah menyusut tersedot untuk usaha. Ternyata setelah dibedah lebih lanjut dan rinci, usaha dia hanya menghasilkan omset tidak menghasilkan margin, bahkan cenderung minus.

Tulisan dibawah ini bukan utnuk memberikan bagaimana cara kita menyusun sebuah laporan finansial usaha. Karena untuk membuta sebuah laporan finansial usaha adalah sangat mudah, tinggal apakah kita mau atau tidak melakukan pencatatan, itu saja kuncinya. Tulisan tapi satu berikutnya yang harus dimegerti oleh pelaku usaha setelah kita mempunyai laporan finansial tersebut. Apa itu?? Yaitu bagaimana kita membaca dan menggunankan laporan finansial tersebut, sehingga tidak hanya berupa angka-angka di atas kertas saja. Banyak hal yang bisa kita dapat dari mebaca laporan finansial usaha, dibawah ini sedikit diantara hal tersebut.

1.         Mengetahui Hukum Pareto dalam usaha kita

Jika anda melakukan pencatatan harian terhadap arus barang yang terjual secara detail dan hari itu tiap barang menghasilkan angka penjualan berapa maka anda dapat mengetahui hukum pareto dalam usaha kita. Hukum Pareto, dengan sedikit modifikasi kurang lebih berbunyi “kadang 80% penghasilan kita dihasilkan dari 20% barang yang kita jual atau 20% dari total jumlah konsumen kita”. Silahkan anda jumlahkan seluruh items dari barang yang anda jual selama periode tertentu, misal 12 bulan. Lalu buat prosentase masing-masing barang yang kita jual di periode tersebut menyumbang berapa persen dari total omset kita selama periode itu.

Prosentase tersebut yang disebut hukum pareto dalam usaha kita. Lalu apa gunanya untuk usaha kita?? Jika kita sudah tahu masing-masing prosentase penjualan barang kita, maka kita harusnya sudah bisa mengetahui apa barang yang harus saya stock banyak-banyak, apa yang harus distock sedikit dan apa yang tidak usah distock. Disamping itu juga untuk mengetahui barang apa saja yang masih harus dipromosikan secara masif dari barang kita atau apa yang promo-nya cukup biasa-biasa saja. Dan masih banyak manfaatnya lagi.


2.         Mengetahui persepsi pelanggan tentang usaha kita.

Bagi yang usahanya menjual/memproduksi banyak barang dan belum fokus terhadap satu hal, kita dapat mulai mengetahui sebenarnya apa persepsi pelanggan yang selama ini beli barang sama kita, dari pareto penjualan barang-barang. Misal bagi yang berjualan busana muslim, mengingat banyak sekali busana muslim yang kita jual, misalnya dari pareto barang-barang jualan kita yang paling banyak adalah busana muslim untuk anak, maka ada baiknya kita mulai fokus untuk membesarkan jualan busana muslim anak tersebut. Bisa jadi pelanggan-pelanggan kita puas dengan busana muslim anak yang kita jual/produksi dan merekomendasikannya ke teman-temannya. Sehingga dalam persepsi mereka, tempat kita adalah tempat jualan busana muslim anak yang bagus. Jika kita sudah tahu apa persepsi konsumen tentang usaha kita, maka akan mempermudah kita dalam melakukan branding ataupun promosi lebih lanjut tentang usaha kit.

3.         Menentukan anggaran dan alokasi biaya untuk belanja produk dan stock barang.    

Dari laporan penjualan harian juga, kita bisa melihat barang yang fast moving ataupun yang susah laku. Ini akan membantu kita dalam menetukan skala prioritas belanja kita dan menentukan stock barang yang selalu harus ada di gudang kita, harus beli banyak atau cukup beli sedikit sekedar untuk varian jualan saja. Jadi belanja kita tiap minggu/bulan dapat lebih fokus menentukan harus beli apa. Untuk yang berusaha dibidang kuliner, akan membantu untuk penghematan, terutama utnuk bahan baku kuliner yang mudah busuk.

Sebenarnya kegunaan laporan finansial usaha kita apapun bentuknya mempunyai manafaat yang sangat banyak dan akan sangat membantu kita menentukan arah perjalanan usaha kita selanjutnya. Yang saya uraikan di atas hanyalah contoh kecil cara membaca laporan finansial untuk mengembangkan usaha kita.

Untuk itu, ayo mulai lakukan pencatatan setiap aktifitas usaha kita, baik yang berupa rencana action, saat pelaksanaan action maupun setelah action selesai dilakukan. Lalu buat laporan, evaluasi dan ambil hikmahnya dari setiap laporan tersebut.

Semoga bermanfaat....