Selasa, 17 Agustus 2010

JANGAN PERNAH BERDO’A MINTA KAYA

Itulah salah satu nasehat almarhum ayah saya yang selalu terngiang ditelinga sampai saat ini. Saat pertama kali mendengarnya ada berjuta pertanyaan yang datang dibenak saya. “kenapa gak boleh minta kaya”?? bukankah Islam mengajarkan, kejarlah duniamu seakan kamu akan hidup selamanya dan kejarlah akhiratmu seakan kamu akan mati esok”??, yang dapat dipersepsikan untuk urusan dunia kita harus kaya raya biar cukup untuk hidup selamanya.

Jawaban atas pertanyaan tersebut saya dapatkaan secara jelas saat kuliah di Malang. Dalam sebuah pengajian yang saya ikuti, sang ustadz berpesan hal yang sama, kali ini disertai penjelasan yang patut untuk direnungkan. Antara lain, jika kita berdo’a minta kaya, maka jika Allah mengabulkannya, maka dikhawatirkan akan membuat kita tenggelam dalam urusan kekayaan semata dan melupakan urusan akhiratnya yang menjadi kewajiban atas kekayaan itu. Disamping itu, kekayaan yang diberikan Allah tersebut jangan-jangan bukanlah nikmat yang sesungguhnya. Akan tetapi adalah ISTIDJRAT, atau ujian atau cobaan dari Allah yang dirupakan dalam bentuk kekayaan, jika kita tidak sadar kemudian kita tidak lulus ujian tersebut, Allah pasti akan mengambilnya kembali, karena kita belum pantas untuk menjadi kaya. Disamping itu, kita dikhawatirkan akan menjadi serakah, karena seberapapun kekayaan yang diberikan Allah kita pasti tidak akan merasa puas, ujung-ujungnya akan menghalalkan segala cara untuk menjadi lebih kaya lagi.

Lalu kita harus berdo’a yang bagaimana?? Berdo’alah minta rizki yang halal, lancar, luas serta barokah. Jika do’akita seperti tersebut diatas, maka dalam do’a kita terkandung unsur kehati-hatian, karena hanya minta rizki yang halal saja dari Allah, yang lancar, luas serta mempunyai unsur rizki yang barokah. Lalu apa ukurannya rizki yang barokah?? Salah satu tolak ukur rizki yang barokah adalah jika rizki kita tersebut mempunyai dan mendatangkan manfaat juga bagi orang lain. Sehingga mendorong kita untuk selalu bersodaqoh, mengeluarkan zakat sesuai kewajiban kita serta selalu bersyukur kepada Allah atas rizki yang diberikan-Nya.

Dalam do’a minta rizki yang halal dan barokah juga terkandung filter agar rizki yang diberikan oleh Allah adalah rizki yang terseleksi, yaitu harta yang benar-benar berupa rizki yang merupakan NIKMAT atau rizki yang diberikan oleh Allah tanpa mengandung ujian ataupun cobaan apapun dan bukan sebuah ISTIDJRAT.

Asalkan kita tidak lupa untuk mengeluarkan titipan untuk anak yatim dan kaum dhu’afa, insya Allah rizki yang akan datang adalah benar-benar NIKMAT.

Allahuma Nas’aluka ilman nafi’an, wa rizkon wasi’an wa halalan thoyiban.. Amin.

Semoga bermanfaat.

Jumat, 23 Juli 2010

Wirausaha Muda

Imam Al Ghazali berpesan “Yang jauh itu WAKTU, yang dekat itu MATI, yang besar itu NAFSU, yang berat itu AMANAH, yang mudah itu BERBUAT DOSA, yang panjang itu AMAL SOLEH, dan yang indah itu adalah MEMA’AFKAN.

Dalam Al Qur’an, banyak sekali surat yang menjelaskan tentang betapa pentingnya sebuah Waktu. Bahkan Al Qur’an sendiri menegaskan bahwa manusia selama ini dalam keadaan merugi, jika tidak menggunakan waktu hidupnya untuk berbuat kebaikan. Sering kali kita menganggap waktu (hidup kita) masih sangat jauh. Sering kali secara sadar maupun tidak sadar kita menganut semboyan “mumpung masih muda, waktunya untuk bersenang-senang”, padahal salah satu dari empat hal utama yang akan ditanyakan pertama kali kepada kita setelah kita mati adalah “kau gunakan untuk apa masa mudamu???”.

Saat melihat festival wirausaha muda mandiri beberapa bulan yang lalu, saya tertegun membaca banyaknya orang muda yang umurnya dibawah saya yang mempunyai omset milyaran rupiah. Dari besarnya omset usaha saja kita sudah dapat membayangkan berapa tenaga kerja yang dapat terserap dalam usaha tersebut. Jika dipikir lebih jauh lagi berapa orang yang kehidupanya ditopang oleh usaha tersebut dan multiple effect yang timbulkan dari sebuah usaha juga sangtalah besar, mulai dari penyedian bahan baku, kemasan, gerobak/warung sampai pemulung.

Sunggu sangat berbahagialah orang yang sedari muda sudah punya usaha yang sukses dan mampu memberdayakan dan membantu orang lain untuk mendapatakn pekerjaan dan kehidupan yang layak. Maka tidak aneh jika salah satu profesi yang paling mulya di dunia ini adalah wirausahawan yang jujur, karena Rosulullah sendiri adalah seorang wirausahawan yang jujur, bahkan kejujuranya dalam berwirausaha terdengar jauh sampai ke pelosok negeri-negeri di jazirah arab dan sekitarnya.

Begitu juga sahabat-sahabat dekat beliau rata-rata adalah seorang wirausahawan. Dikisahkan ada salah satu sahabat yang ikut hijrah ke Madinah. Pada waktu pertama kali dating ke Madinah rata-rata sahabat Nabi tidak mempunyai harta yang layak untuk hidup. Sahabat tersebut ditanya oleh salah satu pemuka Madinah, “”Wahai saudaraku, aku memiliki dua kebun, pilihlah mana yang engkau suka, lalu ambillah.” Sahabat tersebut menjawab, ”Semoga Allah memberikan berkah kepada harta dan keluargamu. Akan tetapi, tunjukanlah kepadaku pasar.” Setelah ditnjukan letak pasar yang ada, mulailah sahabat tersebut berdagang dengan modal yang dia punyai. Terbukti kemudian sahabat tersebut merupakan salah satu sahabat yang terkaya dan paling banyak sedekahnya untuk perjuangan Islam. Itulah Abdurrahman bin Auf, yang sedari muda sudah gemar berdagang. Keuletannya berdagang serta doa dari Rasulullah, menjadikan perdagangannya semakin berhasil, sehingga ia termasuk salah seorang sahabat yang kaya raya. Kekayaan yang dimilikinya, tidak menjadikannya lalai. Tidak menjadi penghalang untuk menjadi dermawan.

Memulai usaha sedari muda akan membawa banyak keuntungan, apalagi jika kita belum menikah. Kita akan mempunyai kebebasan waktu yang lebih banyak, serta lebih ringan beban pikiranya. Orang yang belum menikah, belum terikat untuk berbagi waktu dengan anak dan istri, begitu juga dengan beban hidup. Tidak harus memikirkan nafkah untuk hidup keluarga sehari-hari maupun belanja kebutuhan keluarga ini dan itu. Sehingga pikiran dapat lebih focus untuk mengurus dan menjalankan bisnis kita. Di Usia Muda kita juga akan lebih mudah dan cepat untuk belajar segala sesuatunya. Jadi jangan buang waktu andaselagi muda, gunakanlanh untuk berkarya dan memulai segal sesuatunay termasuk untuk memulai berwirausaha.

Tapi memulia bisnis di usia berapapun adalah lebih baik daripada tidak pernah memulai bisnis sama sekali.

Salam bisnis.

Selasa, 13 Juli 2010

FRANCHISE

Pak Burang Riyadi, saat memberikan ceramah dalam Bimbingan Teknis Waralaba tadi pagi, bercerita bahwa dia sering mendapat pertanyaan “bidang usaha waralaba apa yang terbaik??”. Menurut beliau, susah untuk menjawabnya, karena masing-masing bidang punya keunikan sendiri. Beliau hanya menjawab “usaha yang terbaik adalah usaha yang dijalankan dengan (sepenuh) hati, apapun usaha itu”.

Jawaban yang sangat menarik, yang mengandung banyak makna, salah satunya jika kita sebagai franchisee (penerima waralaba/mitra), maka dalam menjalankan usaha sebagai franchisee hati kita juga harus lebur dalam usaha tersebut atau dengan kata lain kita harus menjalankannya sepenuh hati, kita tidak bisa hanya ingin duduk-duduk leyeh-leyeh, usaha kita untung dan kita tinggal menikmati keuntungannya. Karena ternyata banyak franchisee yang saat mengambil franchise mempunyai mindset, tinggal bayar biaya franchise, tidak perlu kerja, tetap akan untung.

Mindset tersebut di atas, merupakan mindset yang salah. Saat Pesta Wirausaha 2010 dalam rangka MILAD 4 TDA, Bapak Chaerul Tanjung pemilik Para Group menyatakan bahwa dalam dimen duniawi kesuksesan merupakan kejadian pribadi dari seseorang. Artinya jika kita bergaul dengan lingkungan orang sukses, tidak otomatis kita menjadi orang sukses, butuh usaha secara pribadi dari orang tersebut untuk menuju sukses. Bergaul dalam lingkungan orang sukses hanya memperbesar kesempatan kita menjadi orang sukses.  Begitu juga menjadi franchisee, tidak selamanya jika kita mengambil franchise yang sudah terbukti menguntungkan, maka kita pasti untung. Tetap butuh campur tangan franchisee secara langsung agar franchise yang kita ambil bisa untung.  

Sebaliknya jika kita franchisor maka kita juga harus menggunakan hati kita dalam berhubungan dengan franchisee kita, baik dalam hal berbagi keuntungan, berbagi resiko usaha maupun berbagi kesuksesan. Salah satunya adalah dengan memberikan informasi yang benar & jujur tentang usaha kita, baik resiko maupun potensi keuntungan dan kerugiannya. Franchisor harus mau menjadi konsultan franchisee, terutama untuk memecahkan kesulitan-kesulitan yang dialami oleh franchisee dalam menjalankan usahanya. Franchisor jangan hanya mau uangnya franchisee-nya saja. Dalam memfranchisekan usahanya, Pak Burang Riyadi juga berpesan agar minimal kita sudah mengalami menjalankan sendiri usaha yang kita franchisekan tersebut. Termasuk mengalami BEP/ROI sesuai hitung-hitungan ynag kita berikan kepada calon franchisee. Misal kita memberikan hitungan-hitungan bahwa BEP/ROI akan kembali dalam waktu 9 bulan, maka kita sudah harus pernah mengalami menjalankan bisnis tersebut dan kembali modal dalam waktu 9 bulan.

Terlepas dari semua persyaratan yang harus dipenuhi dalam memfranchise-kan usaha kita, seandainya saat ini persyaratan tersebut belum dapat kita penuhi, tidak adasalahnya kita mulai membuat langkah awal untuk star-up franchise yaitu dengan cara mulai membuat standar konsep usahanya serta membuat dokumentasi tentang usaha kita baik SOP-nya, Laporan Keuangan, pelatihan maupun marketing & branding tools.

Senin, 31 Mei 2010

SALAM SATU JIWA, UNTUK (KEMAJUAN SEPAK BOLA & EKONOMI) INDONESIA AREMA VS PERSIJA, GBK 30 MEI 2010

Membanggakan....... hanya itulah yang bisa diucapkan saat melihat pertandingan Arema VS Persija di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) hari Ahad kemarin. Terlepas dari kejadian 2 x 45 menit di dalam lapangan, mulai atraksi dan nyanyian penonton di tribun yang luar biasa sampai jumlah penonton yang membludak di tribun bawah sampai tribu atas hingga meluber ke lintasan atletik dan yang lebih patut di acungi jempol adalah tidak ada satupun lemparan benda-benda apapun baik air mineral gelas/botol maupun batu  ke arah lapangan, yang ada hanyalah kembang api, kertas warna-warni yang beterbangan, balon-balon sampai asap warna jingga dan biru, warna khas Persija dan Arema, semuanya patut di acungi jempol.

Didalam tribun GBK sendiri warna jingga dan biru bercampur menjadi satu. Di Tribun yang khusus untuk Persija terlihat ada suporter yang juga memakai warna biru, begitu sebaliknya, di tribun khusus Aremania banyak juga terlihat suporter yang memakai warna jingga. Kesadaran untuk menjadikan pertandingan sepak bola sebagai tontonan/hiburan bagi keluarga juga tergambar secara nyata. Terlihat banyak penonton yang datang ke stadion GBK dengan membawa istri dan anak-anaknya yang masih berumur 5-6 tahunan, lengkap dengan atribut kaos baik Arema maupun Persija.

Tidak seperti perjalanan suporter salah satu klub di Jawa Timur sebelumnya, perjalanan Aremania/nita dari Malang dan kota-kota lain di luar Jakarta juga sepi (bahkan tidak ada) dari pemberitaan mengenai tawuran atau lemparan-lemparan batu dengan warga sepanjang rute Jakarta-Malang, keluhan PT. Kereta Api akibat gerbong yang rusak ataupun pedagang yang daganganya di jarah. Yang ada adalah kebalikannya, Aremania/nita datang dengan tertib dan pulangpun dengan tertib dengan di iringi lagu terima kasih dari Aremania kepada the Jakmania atas sambutanya dan dibalas ucapan selamat jalan dari the Jakmania kepada Aremania.

Apakah ini pertanda kebangkitan Sepak bola Indonesia?? Jawabannya mungkin saja, jika setiap pertandingan bola di Indonesia bisa se damai dan se meriah Arema VS Persija kemarin, jika semua suporter se Indonesia bisa tertib seperti Aremania dan the Jakmania, jika pengurus PSSI-nya bisa profesional dan yang pasti jika Ketua Umum PSSI-nya sudah bukan Nurdin Halid he.. he.. saya yakin sepak bola Indonesia akan kembali dapat menuai prestasi.

Dari sisi ekonomi, pertandingan sepak bola yang aman juga membawa dampak ekonomi yang tidak sedikit. Jika kita hitung perputaran uang dari ticket masuk saja, yang rata-rata harganya Rp.30.000,-, dan kabarnya Panitia mencetak 70.000 lembar ticket, maka akan ada uang pembelian ticket sebanyak 2,1 milyar. Belum lagi  Pendapatan yang di raih PT. KAI untuk perjalanan suporter dari Malang ke Jakarta PP yang jumlahnya ribuan orang, ditambah lagi dari carter bus Aremania yang kabarnya mencapai lebih dari 200 bus, belum jika kita hitung yang carter mobil sewaan dan yang berangkat membawa mobil sendiri, perputaran uangny akan sangat dahsyat.  Belum lagi penghasilan dari transaksi merchandise atau atribut team kesayanganya, kaos-kaos dan syal Arema dan Persija, sejak pagi bahkan sabtu sore sudah banyak yang terbeli baik oleh masyarakat umum yang beraktifitas di GBK maupun suporter dadakan yang belum punya atribut.

Pertandingan kemarin juga membawa berkah sendiri bagi para pedagang kecil di sekitra GBK. Entah mengapa para pedagang di sekitar GBK-pun terlihat tenang-tenang saja saat pertandingan berakhir dan puluhan ribu penonton keluar dari stadion, tidak terlihat wajah ketakutan. Justru saat penonton keluar dagangan mereka bertambah laris karena diserbu penonton yang kehausan maupun kelaparan. Saya melihat di gerbang GBK dekat patung pemanah yang menuju ke Sudirman, pedagang pecel terlihat sibuk dengan pembelinya, uang 5 ribuanpun terlihat menumpuk ditangan ibu pedang pecel tersebut, sedangkan suami/anaknya terlihat sibuk mempersiapkn pecel di atas cetok daun pisang untuk diberikan kepada suporter yang kelaparan.  belum lagi yang sekedar mampir untuk beli air mineral gelas seharga 1.000/cupnya maupun teh botol dari berbagi merek. Itulah rizki dibalik pertandingan sepak bola yang damai, aman & tertib. Bayangkan jika kondisi pertandingan sepak bola di Seluruh Indonesia berlangsung tertib, berapa uang yang dapat berputar dan berapa industri rakyat yang dapat hidup dari berkah sepakbola yang aman dan tertib tersebut.

Keberhasilan Arema menjadi juara ISL 2010 juga mencerminkan kemenangan sepak bola profesional. Arema yang dikelola secara profesional dan mandiri, tanpa dana APBD, membuktikan bahwa sepak bola Indonesia pun bisa mempunyai klub yang mandiri tanpa harus menengadahkan tangan hanya mengandalkan dari uang APBD. Dengan mengandalkan dana sponsor dan yang terbesar dari pemasukan ticket dan penjualan atribut, Arema bisa hidup dan berprestasi. Profesionalitas Arema tersebut diperindah dengan cita-cita Aremania yang ingin menularkan semangat profesionalitas dan semangat kekeluargaan ke seluruh Indonesia lewat lagu-lagunya

Kami AREMA...........
SALAM SATU JIWA.........

Di INDONESIA.......
Kan Selalu Ada..........

Selalu Bersama..
Untuk Kemenangan.........

Minggu, 23 Mei 2010

Waralaba Dalam Kacamata Hukum [1]


SYARAT-SYARAT AGAR USAHA DAPAT DIWARALABAKAN


Gagasan untuk membuat warung bakso bakar barbeque sebenarnya datang dari keterpaksaan karena banyaknya stock bakso yang menumpuk di rumah saya. Dari pada mubazir karena kadaluarsa akhirnya datang ide untuk jualan bakso bakar. Dimulai dari ngelapak di TMII, sampai akhirnya membuka warung sendiri di Jalan Raya Jatiwaringin depan kampus BSI dan ikut ngelapak di Pesta Wirausaha kemarin. Tidak diduga respon yang ada ternyata cukup banyak, bahkan banyak yang menanyakan system kemitraannya, karena saya iseng-iseng bikin blog di www.baksobakarmalang.blogspot.com untuk menawarkan system kemitraan.


Menawarkan system kemitraan usaha melalui franchise atau waralaba merupakan cara tersingkat dan termudah untuk menduplikasi usaha yang kita miliki. Melalui waralaba, usaha kita akan lebih cepat tersebar di masyarakat dan ujung-ujungnya lebih dikenal olen konsumen melalui outlet-outlet milik mitra kita tersebut. Impian mempunyai puluhan bahkan ratusan “cabang” pun lebih mudah direalisasikan dalam bentuk kemitraan dengan system waralaba.


Dalam kacamata bisnis mewaralabakan usaha kita memang sangat mudah, jika kita telah siap dengan system baku atau standar operasional prosedur, membuat paket usaha, daftar peralatan yang diperoleh mitra serta membuat kejelasan hak dan kewajiban mitra dan kita sebagai pemberi waralaba, maka siaplah usaha kita untuk diwaralabakan. Akan tetapi ada baiknya sebelum kita mewaralabakan usaha yang kita miliki, kita lihat persyaratan yang ditentukan oleh peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang waralaba. Mengapa hal tersebut penting? Yang pertama adalah agar tidak merugikan investor/mitra yang mengambil paket kemitraan dan yang kedua adalah menghindarkan kita dari sanksi hukum baik perdata maupun pidana. Berkaca dari hal tersebut, akhirnya beberapa permintaan kemitraan untuk membuka bakso bakar barbeque terpaksa belum bisa saya penuhi.


Sebenarnya apa itu Waralaba dan apa syarat sebuah usaha layak diwaralabakan???.


Waralaba diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2007 (PP 42/2007). Dalam PP 42/2007 definisi Waralaba adalah “hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba”. Dari definisi tersebut diatas, jelas waralaba terbuka untuk usaha barang maupun jasa, kecuali jasa bidang hukum dan pajak yang menurut peraturan mempunyai sifat kekhususan tersendiri berkenaan dengan perizinan yang harus dimiliki.


Sebelum suatu usaha dapat di waralabakan, menurut PP 42/2007 ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh usaha tersebut yaitu:

Memiliki ciri khas usaha.


Yang dimaksud dengan “ciri khas usaha” adalah suatu usaha yang memiliki keunggulan atau perbedaan yang tidak mudah ditiru dibandingkan dengan usaha lain sejenis, dan membuat konsumen selalu mencari ciri khas dimaksud. Misalnya, sistem manajemen, cara penjualan dan pelayanan, atau penataan atau cara distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari Pemberi Waralaba.




Terbukti sudah memberikan keuntungan

Yang dimaksud dengan “terbukti sudah memberikan keuntungan” adalah menunjuk pada pengalaman Pemberi Waralaba yang telah dimiliki kurang lebih 5 (lima) tahun dan telah mempunyai kiat-kiat bisnis untuk mengatasi masalah-masalah dalam perjalanan usahanya, dan ini terbukti dengan masih bertahan dan berkembangnya usaha tersebut dengan menguntungkan.


Memiliki standar atas pelayanan dan barang dan/atau jasa yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis


Yang dimaksud dengan “standar atas pelayanan dan barang dan/atau jasa yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis” adalah standar secara tertulis supaya Penerima Waralaba dapat melaksanakan usaha dalam kerangka kerja yang jelas dan sama (Standard Operational Procedure).


Mudah diajarkan dan diaplikasikan.


Yang dimaksud dengan “mudah diajarkan dan diaplikasikan” adalah mudah dilaksanakan sehingga Penerima Waralaba yang belum memiliki pengalaman atau pengetahuan mengenai usaha sejenis dapat melaksanakannya dengan baik sesuai dengan bimbingan operasional dan manajemen yang berkesinambungan yang diberikan oleh Pemberi Waralaba.


Adanya dukungan yang berkesinambungan; dan


Yang dimaksud dengan “dukungan yang berkesinambungan” adalah dukungan dari Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba secara terus menerus seperti bimbingan operasional, pelatihan, dan promosi. Hal tersebut dimaksudkan agar kelangsungan usaha Penerima Waralaba dapat terus terjaga, sehingga Penerima Waralaba dapat menikmati investasi yang telah dike;luarkannya.


Hak Kekayaan Intelektual yang telah terdaftar.


Yang dimaksud dengan “Hak Kekayaan Intelektual yang telah terdaftar” adalah Hak Kekayaan Intelektual yang terkait dengan usaha seperti merek, hak cipta, paten, dan rahasia dagang, sudah didaftarkan dan mempunyai sertifikat atau sedang dalam proses pendaftaran di instansi yang berwenang. HAKi sebenarnya dalah inti dari waralaba itu sendiri. Mengingat sebenarnya yang dijual oleh Pemberi Waralaba adalah izin untuk menggunakan merek dagang, rahasia dagang ataupun hak cipta yang dimiliki oleh Penerima Waralaba atas barang/usaha yang diwaralabakannya. Dalam hal HAKi milik Pmeberi Waralaba belum didaftarkan, maka jika pendaftaran atas HAKI tersebut di dahului oleh orang lain, maka Pemberi Waralaba akan kehilangan hak hukum atas HAKI yang di waralabakannya tersebut.




(bersambung....)

Rabu, 05 Mei 2010

Panduan Membuat Proposal Usaha

Dalam setiap usaha, apa pun jenisnya, tentu melibatkan modal. Modal ini dapat kita kumpulkan dari simpanan pribadi, meminjam dari bank atau lembaga pemberi pinjaman lain, atau patungan dengan partner. Jika kita berniat untuk meminjam ke bank atau pihak pemberi pinjaman, Anda tentu harus membuat proposal usaha. Proposal ini akan digunakan untuk memberi informasi menyeluruh tentang usaha yang ingin Anda jalankan. Orang biasanya berpikir, membuat proposal pasti sulit. Ternyata tidak juga. "Sebuah proposal yang baik adalah proposal yang mampu menjelaskan secara detail sebuah usaha. Tidak harus ribet. Bisa saja sebuah proposal hanya terdiri atas satu lembar kertas," ungkap Godo Tjahjono, SE, MSi, praktisi bisnis wirausaha. Tidak semua orang tahu atau mengenal bidang usaha yang jadi minat Anda. Jadi buatlah penjelasan-penjelasan yang sederhana dan mudah dimengerti. Proposal usaha sebaiknya memuat tujuh hal berikut ini: Gambaran usaha Poin ini memuat penjelasan secara singkat mengenai usaha yang hendak Anda jalankan. Pelaku usaha Beri penjelasan tentang diri Anda. Masukkan latar belakang pendidikan atau pengalaman yang bisa menunjang pelaksanaan usaha. Pemberi pinjaman akan menganggap Anda adalah orang yang tepat. Apa yang diusahakan Poin ini menjelaskan apa yang menjadi fokus usaha Anda, apakah berbentuk barang atau jasa. Beri tahu alasan pemilihan usaha tersebut. Akan lebih baik jika jenis usahanya memang sedang naik daun atau yang tak lekang dimakan waktu. Target pelanggan Poin ini menjabarkan siapa calon pelanggan potensial Anda, apakah mereka pegawai kantor, ibu rumah tangga, atau yang lainnya. Jelaskan mengapa Anda memilih mereka. Sebaiknya Anda memiliki pemahaman yang mendalam soal ini karena hal tersebut akan sangat membantu aspek-aspek usaha yang lainnya. Anda jadi tahu bagaimana cara pemasaran dan promosi yang paling tepat untuk mereka. Tidak akan ada waktu, uang, dan tenaga yang terbuang percuma. Pihak yang memberi pinjaman akan melihat keseriusan Anda, dan menganggapnya sebuah kelebihan. Lokasi Ini adalah salah satu poin penting dalam proposal. Jelaskan mengapa Anda memilih suatu lokasi sebagai tempat menjalankan usaha. Sebaiknya Anda menyesuaikan lokasi ini dengan barang atau jasa yang ditawarkan serta calon pelanggan. Kalau bergerak dalam bidang makanan, sangat tidak tepat rasanya bila lokasi yang dipilih adalah yang dekat dengan tempat pembuangan sampah. Bila menargetkan pelanggan dari kalangan menengah ke atas, jangan pilih lokasi yang dekat pabrik. Harus yang lebih nyaman dan berkelas. Pemberi pinjaman akan datang untuk melihat langsung lokasi itu, dan melakukan penilaian. Jika usaha terletak di tempat yang kurang strategis, tapi masih dalam batas kewajaran, yakinkan pemberi usaha bahwa Anda bisa mengimbangi kekurangan ini dengan cara-cara lain. Bisa pelayanannya yang memuaskan, atau kualitas barang atau jasanya yang di atas rata-rata. Segi pemasaran juga bisa dioptimalkan dengan menciptakan slogan yang menarik dan mudah diingat. Jumlah pinjaman Sebelumnya Anda harus sudah menghitung semua poin pengeluaran. Dalam proposal, cantumkan jumlah pinjaman yang sesuai dengan perhitungan yang Anda buat. Pihak bank akan menanyakan kemampuan Anda mengembalikan jumlah pinjaman itu. Berilah penjelasan yang masuk akal. Arus kas Arus kas (cash flow) adalah penjabaran rencana pemasukan dan pengeluaran usaha. Buatlah perhitungan secara rinci dan realistis. Jangan menetapkan target terlalu muluk di bulan-bulan awal karena usaha baru saja dimulai. Setelah beberapa waktu, baru Anda bisa menargetkan pemasukan yang jumlahnya stabil. Panjangnya arus kas sebaiknya dibuat sesuai dengan lamanya waktu pinjaman yang disepakati. Bila pinjaman akan berlangsung selama dua tahun, aturlah arus kas selama dua tahun juga. Perinciannya dibagi dalam 24 bulan. Satu prinsip yang perlu diingat para calon pebisnis, pemberi pinjaman biasanya tidak mau menanggung seluruh biaya yang kita butuhkan. "Mereka hanya mau memberi pinjaman sekian persen dari total. Mereka ingin kita juga berkontribusi," ungkap Godo. Jadi, tunjukkan bahwa Anda juga memiliki tanggung jawab atas usaha Anda sendiri. Tidak masalah jika dana yang Anda miliki sedikit. Yang penting mereka melihat niat baik Anda untuk berusaha. (Tassia Sipahutar/Majalah Sekar, dikutip dari kompas.com)

Senin, 19 April 2010

BERGAULAH DENGAN UANG MAKA UANG AKAN MENGGAULIMU

Judul di atas bukan bermaksud untuk saru ataupun menimbulkan pikiran mesum di otak kita. Judul diatas terinspirasi dari lontaran yang sangat menarik dari salah satu narasumber dalam salah satu pertemuan TDA Forum yang diadakan oleh TDA Bekasi, yaitu lontaran yang disampaikan oleh Pak Purdhi Chandra. Beliau mengatakan “bagaimana kita mau kaya kalo kita bergaulnya sama uang cuma sekali dalam satu bulan”. Walaupun terkesan guyon, lontaran tersebut jika kita renungkan sebenarnya sangat dalam maknanya. Lontaran tersebut juga sangat mengena kepada para peserta yang masih statusnya masih karyawan murni dan belum punya usaha apapun. Jika status kita masih karyawan murni, tanpa mempunyai usaha apapun, maka hampir dapat dipastikan kita hanya akan bergaul sama uang hanya sekali dalam satu bulan yaitu saat tanggal gajian saja, selebihnya selewat tanggal itu hampir dapat dipastikan uang dari gaji tersebut akan langsung kabur ke tempat lain, alias untuk bayar kartu kredit, bayar cicilan mobil atau rumah, bayar anu, bayar itu serta bayar-bayar lainnya, tanpa uang tersebut mau silaturahmi lagi sama kita dalam bulan yang sama. Jadi akhirnya, karena uang tersebut tidak mau bergaul dengan kita lagi, maka yang terjadi adalah kita bekerja untuk mengejar uang supaya uang tersebut mau bergaul dengan kita lagi pas tanggal gajian. Lain dengan mereka-mereka yang sudah mempunyai usaha dan mau menjalankannya secara istiqomah. Hampir dapat dipastikan mereka akan lebih sering bergaul dengan uang. Setiap hari uang dari hasil jualan harus kita jalankan untuk kulakan barang atau bahan untuk jualan kembali, lalu barang/bahan hasil kulakan tersebut harus kita jual lagi untuk mendapatkan uang lagi, lalu di belanjankan lagi dan seterusnya, jadi dalam sehari kita akan bersilaturahmi dengan uang sebanyak 2 kali yaitu saat kulakan dan saat menerima hasil jualan. Bahkan jika jualan kita bisa istiqomah, barang bagus dan pelanggan puas hampir dapat dipastikan maka pelanggan yang akan datang sendiri kepada kita, jika pelanggan datang sendiri maka dapat dipastikan uang akan datang sendiri kepada kita tanpa perlu kita kejar sampai ngos-ngosan. Ada satu pepatah kuno dari cina yang baiknya kita renungi dalam hal kerja mengejar uang, yaitu “ uang itu kakinya empat, sedang manusia kakinya dua, jadi sekencang apapun kita mengejar uang pasti uang itu akan bisa kabur lagi. Maka dari itu bagaimana caranya sekarang kita yang harus bisa membuat uang mengejar kita, karena pasti kita tidak bisa akan didatangi uang tersebut”. Salah satu cara agar uang mengejar kita adalah dengan membuka usaha, menjalankannya secara istiqomah, jujur dalam berdagang dan bikin konsumen puas dengan barang dan pelayanan kita. Selama anda hanya menjadi karyawan murni tanpa mau membuka usaha, maka anda hanya dalam poisi mengejar uang, akibatnya seperti yang saya uraikan di atas, begitu kita berhasil menangkap uang (pas tanggal gajian) hampir di pastikan tidak lama kemuduan uang tersebut akan kabur lagi untuk bayar-bayar ini dan itu. Untuk itu daripada capek mengejar uang, mendhing capek dikejar uang tho, makanya mari buka usaha, mulai dari yang sederhana dulu, kecilan-kecilan dulu tidak apa-apa, tidak usah malu-malu untuk jualan, lha wonk pas laku juga gak malu terima duitnya kok he.. he.. Salam Buka Usaha