Senin, 05 April 2010

INTERMEZO SINGKATAN NAMA KOTA

Selain lembaga pemerintahan, kebiasaan singkat menyingkat juga berlaku untuk tag line suatu daerah. Solo Berseri, Jogja Berhati Nyaman, Temanggung Bersenyum, Cilacap Bercahaya, semuanya adalah singkatan. Juga untuk menyebut suatu kawasan, yang katanya akan menjadi suatu kawasan yang unggul dan berkembang. Bermula dari Jabotabek, sekarang Jabodetabek. Muncul pula Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya , Sidoarjo, Lamongan), Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen), Pawonsari Bakulrejo (Pacitan Wonogiri Wonosari, Bantul, Kulon Progo, Purworejo), atau Joglosemar (Jogja Solo Semarang). Beruntung yang terakhir ini tidak ada yang membalik urutannya menjadi Semarang Solo Yogya disingkat menjadi Semar Loyo. Mungkin di masa mendatang akan muncul juga tag line Dibalang Sendal (Purwodadi, Batang, Pemalang, Semarang , Kendal), atau Kasur Bosok (Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, Solo, Klaten). Asal jangan Susu Mbokde ( Surakarta , Sukoharjo, Mboyolali, Kartasura, Delanggu) atau Tanteku Montok (Panjatan, Tegalan, Kulwaru, Temon, Toyan, Kokap) Anak-anak muda Jogja tidak kalah kreatifnya untuk ikut-ikutan menyingkat nama tempat. Sebut saja Amplas untuk Ambarukmo Plaza , atau Jakal (Jalan Kaliurang), Jamal (Jalan Magelang). Kalau sampeyan sekolah di SMA 6, bisa nyombong kalau sampeyan sekolah di Depazter alias Depan Pasar Terban. Bahkan, dari pusat kota Jogja, sangat mudah untuk mencapai Paris (Parangtritis) , atau Pakistan (Pasar Kidul Stasiun alias Sarkem), bahkan Banglades (Bangjo Lapangan Denggung Sleman). Sampeyan seorang yang enthengan, ringan tangan, suka membantu, ndak pernah menolak untuk dimintai tolong? Berarti sampeyan layak menyandang nama Willem Ortano, alias Dijawil Gelem Ora Tau Nolak. Atau kalau sampeyan pinter omong, jualan obat, meyakinkan orang dengan omongan sampeyan yang nggak karuan bener salahnya, maka jangan marah kalau sampeyan dipanggil sebagai Toni Boster, alias Waton Muni Ndobose Banter. Tambahan, di Malang: ada Turki (Turen Kidul), dan Jerman (jejere Kauman).

Minggu, 21 Maret 2010

INI MASALAH KEBERANIAN

“Didedikasikan untuk Pesta Wirausaha 2010, dalam rangka Milad 4 TDA” Kemampuan dalam menyediakan modal tidak perlu diragukan lagi, bahkan sudah di patok di kisaran 300 juta siap di gelontorkan, konsep bisnis beserta segala macam perhitungan cash flow dan rencana A, rencana B, sampai rencana Z untuk jalan keluar jika cash flow meleset juga sudah disiapkan, sudah ada team yang terdiri dari orang-orang pintar semua, bahkan jenis usaha yang mau di jadikan ladang bisnis udah ditetapkan. Jika anda di posisi tersebut di atas tapi ternyata usahanya belum mulai-mulai, kira2 apa yang salah yha?? Problem di atas dialami oleh seorang teman yang sudah lama ingin buka usaha, segala yang saya sebut di atas sudah dimilikinya, tapi celakanya, karena partnernya kerja di sebuah bank, di bagian compliant lagi, maka hitunganya malah njlimet bahkan bias dikatakan tidak pernah ketemu hitungan balik modalnya, belum lagi kata partner usahanya, gimana kalo pelangganya gak sesuai hitungan?? he.. he.., saya hanya bisa bercanda, kalo gitu uangnya pinjamin ke saya saja, buat modal buka warung bakso. Tapi bukan itu jawabanya, jika anda juga mengalami hal yang sama, jawabanya yang betul adalah anda tidak punya keberanian dan tidak punya mental sebagai entrepreneur. Saya yakin bloking mental atau mind set menjadi orang gajian dalam diri anda masih besar. Kalo itu yang terjadi saya sarankan sudah puas sajalah sebagai orang gajian saja he.. he… karena bagaimana kita mau tahu cash flow yang sudah kita buat bisa jalan atau tidak kalo kita tidak pernah menjalankannya?? Bagaimana kita bisa tahu kalo pelangganya akan tidak sesuai hitungan, jika kita belum pernah usaha untuk mencari pelanggan?? Membuka usaha bukanlah melulu tentang punya modal yang besar dan banyak ataupun harus mempunyai pendidikan yang tinggi dan jago menghitung cash flow. Yang paling diperlukan untuk memulai sebuah usaha adalah anda harus punya keberanian, yaitu keberanian untuk memulainya dan menjalanakan usaha tersebut sampai keberanian untuk bangun kembali jika usaha tersebut jatuh. Banyak kisah inspiratif dari para pengusaha sukses yang hanya dengan modal seadanya tapi punya keberanian untuk memulai dan akhirnya menjadi miliader, yang dapat kita jadikan bahan inspirasi untuk menumbuhkan keberanian kita. Kisah Bob Sadino, yang memulai usahanya dengan jualan telurnya dari rumah ke rumah yang melegenda, sampai akhirnya mampu membangun dan mempunyai jaringan supermarket fresh product yang besar, adalah salah satu contoh bagaimana keberanian untuk memulai mengalahkan segala keterbatasan yang ada. Hal kedua yang juga penting adalah mengubah mind set dalam memulai usaha. Banyak orang yang mempunyai keinginan untuk berwirausaha tapi takut bangkrut atau merugi. Sebelum memulai usaha justru yang dipikirkanya adalah bagaimana kalo rugi atau bagaimana kalo nanti malah meninggalkan hutang. Akibatnya semangat untuk berwirausahanya kembali memudar atau kalaupun dipaksakan akhirnya rugi beneran, karena dari awal yang dipikirkan adalah ketakutan untuk merugi. Coba anda balik mind set anda menjadi bagaimana kalo untung yha atau bagaimana kalo tiba2 usahanya besar yha??? Insya Allah usaha anda untung dan besar, kenapa?? Karena ada nasehat dari orang bijak “you are what you think are you” atau “anda akan menjadi apa yang anda pikirkan tentang diri anda sendiri”. Jika dalam memulai usaha anda sudah berpikir tentang rugi, secara otomatis karena yang terprogram di otak kita adalah rugi maka otak kita akan mengendalikan kita kearah tindakan-tindakan yang membawa dampak yang negative terhadap usaha kita. Sebaliknya jika pikiran kita sudah berpkir tentang untung dan pengembangan usaha, maka otomatis otak akan mengendalikan kita ke arah tindakan-tindakan yang membawa dampak positif bagi usaha. Bagaimana jika ada masalah dalam usaha??? Masalah itu soal biasa, maka hadapi saja. Dibalik masalah pasti ada kemudahan. Disamping itu, jika ada masalah datang ke usaha anda, itu tandanya usaha anda akan naik kelas. Semua masalah insya Allah pasti bias diatasi, karena Allah sudah berjanji dalam Al Qur’an bahwa Allah hanya akan memberikan ujian kepada hamba-Nya sesuai kemampuan hamba tersebut, sepanjang hamba tersebut mau berdo’a dan berusaha semaksimal mungkin. Yang kedua jika timbul masalah maka focus pada peluang di balik masalah tersebut, jangan focus pada masalahnya. Untuk itu mind set yang perlu kita bangun adalah sebagai berikut; “berat sich masalahnya, tapi peluangnya juga ada tuch”. Jika mind set kita sudah seperti di atas, maka fokuskan pada peluang yang ada dan kejar terus peluang tersebut, anggap masalahnya sebagai bonus. Jangan sampai mind set yang kita pakai dalam menghadapi masalah adalah mind set pecundang yaitu “peluangnya ada sich, tapi masalahnya berat banget tuch”. Jika anda menggunakan mind set yang kedua, maka saya yakin anda akan mundur, karena sudah focus pada masalahnya dan melihat peluang yang ada hanya sekedar sampingan saja bukan focus utama. Untuk menumbuhkan keberanian dalam membuka usaha dapat dilakukan dengan cara bergabung dalam komunitas wirausaha. Ingatlah dalam sya’ir lagu tentang “tombo ati”, jika kita ingin menjadi orang soleh, maka bergaulah dengan orang soleh, sya’ir tersebut berlaku disini, jika ingin jadi wirausahawan bergaulah dengan wirausahawan yang lain, karena akan membantu kita merubah mind set, menambah wawasan tentang usaha itu sendiri, memperluas networking dan yang jelas akan menjaga semangat wirausaha kita. Jika anda ingin bukti hal tersebut di atas, silahkan daftar di Pesta Wirausaha 2010 di www.pestawirausaha.com

Selasa, 09 Maret 2010

PEDAGANG PEYEK JOGJA NAIK KELAS

Pak dhe, itulah tukang ojek dan pedagang sekitarnya memanggilnya, nama aslinya sendiri selalu dirahasiakannya. Lelaki berkulit hitam dan berkumis tebal, yang tiap hari mangkal di depan Pintu Jatibening Estate dari arah Jalan Cempaka. 

Pak dhe yang setiap harinya berdagang peyek jogja dengan harga 5 ribu per plastik, ini memang sosok yang ulet dan tekun dalam bekerja. Saya ingat waktu pertama kali mangkal, Pak Dhe cuma menggunakan kardus besar bekas bungkus rokok dan potongan kardus yang ditulis dengan spidol untuk mencantumkan nama produk yang dijualnya, dan kardus tersebut ditaruh di atas sepeda onthelnya. setiap hari mulai jam 6 pagi, saat saya masih jalan-jalan pagi sama anak-anak sampai jam 8-9 malam, Pak dhe masih dengan setia menunggu dagangannya. 

Tidak peduli panas atau hujan, jualan peyek tetap jalan. Ketekunan dan keuletan dalam berjualan yang di jalaninya dalam berjualan peyek jogja dan penerapan management berjualan yang benar, sekarang telah membuahkan hasil. Pak dhe bercerita bahwa setiap habis subuh, dia dan istri sudah harus jalan untuk mengambil peyek jogja dari distributor di bekasi, lalu langsung dibawanya ke lapak di depan Gerbang Jatibening Estate di depan Blok H. 


Di jalan cempaka yang setiap pagi mulai dari jam 5.30 sudah ramai dengan lalu lalang orang yang akan berangkat kerja ataupun mengantar anak ke sekolah itulah pak dhe mengais rizki dengan tekun. Dengan omzet lebih dari 300 ribu per hari, pak dhe dapat mengantongi keuntungan 100 ribu per hari jadi dalam satu bulan pak dhe mendapatkan penghasilan sekitar 3 juta (100 ribu x 30 hari. 
Yang lebih menarik lagi dari sosok pak dhe adalah kedispilinanya dalam mengatur keuangan dari hasil jualannya. Modal yang kembali selalu langsung dipisahakn dari keuntungannya, lalu pak dhe hanya mengambil sekitar 1/2 dari keuntunganya untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan yang 1/2 lagi ditabungnya untuk pengembangan usahanya, sehingga tidak heran jika sekarang pak dhe sudah naik kelas. Daganganya sekarang sudah display di lemari alumunium yang di lapisi kaca, bukan di kardus bekas rokok lagi. Tongkronganya pun sudah di atas sepeda motor dan banner produkpun sudah bukan kertas bekas lag, tapi menggunakan digital printing. 


Pak dhe juga sudah mulai mengajari anaknya untuk berjualan peyek jogja dan sudah mulai mencari tempat untuk lapak keduanya yang akan diberikan untuk anaknya. Dari pak dhe kita dapat belajar bahwa dalam menjalankan usaha ketekunan dan keuletan sangat diperlukan. Usaha tidak cukup hanya taruh modal besar lalu kita tinggal leyeh-leyeh menunggu keuntungan datang.

Usaha tetap harus melibatkan kita sebagai owner dalam menjalankannya, walaupun system sudaha ada. Minimal kita harus terlibat dalam melakukan pengawasan dan inovasi atas usaha tersebut. Hal lain yang juga perlu adalah tertib adminsitrasi dalam keuangan, kita tidak boleh mencampuradukan keuangan usaha dengan rumah, jika kita harus mengambil uang untuk kebutuhan sehari-hari, pastikan kita mengambilnya dari keuntungan yang kita dapat, itupun juga semua keuntungan kita mabil, sisakan keuntungan untuk kita tabung sebagai dana cadangan jika modal kita tergerus ataupun untuk pengembangan usaha. Jika Pak Dhe bisa, saya yakin kitapun bisa.

Senin, 08 Maret 2010

SINERGI USAHA, MENINGKATKAN OMZET (Cerita Ngelapak Bersama Tim Huru Hara KOMPAK TDA)

Bakso bakar…. jamur crispy….. bir pletok….. kerupuk setan…, bakso bakar…. jamur crispy….. bir pletok….. kerupuk setan, bakso bakar…. jamur crispy…… bir pletok….. kerupuk setan…… Itulah teriakan-teriakan dari Tim Huru Hara dan pasukan tidak kenal malu Kompak TDA saat ngelapak di TMII tanggal 7 Maret 2010. Tim Huru Hara yang di gawangi raja sandal, mas Rozi dari www.rajasendal.com, yang kali ini dating komplit bawa pasukan dari Surabaya mas Farid dan mas Hasan, saya sendiri dari www.distributorbakso.com, bu Riana dan teman-teman kompak yang lainnya, tidak henti-henti menawarkan dagangannya kepada pengunjung TMII dan hasilnya memang ruuuuaaaarrr biasaaaaa. Belum lagi aksi mang Yana dan mbak Galuh dengan Sop Buah-nya yang ekstra mantap segarnya, yang kali ini lebih semangat dan pede dalam berjualan dan menerapkan strategi mengasong sambil membawa sop buahnya keliling TMII. Belum lagi Pak Dedy dengan teh bandulan dan cireng bandungnya, yang walupun Cuma senyum-senyum lihatin tim huru hara teriak-teriak, tapi omset teh dan cirengnya juga luar biasa. Belum lagi si Gilang dan teman-temanya dan teman-teman KOMPAK TDA lainnya. Jualan dengan cara keroyokan atapu sinergi seperti yang kami lakukan kemarin terasa lebih mengasyikan, disamping menarik pembeli karena teriakannya yang lucu-lucu, juga sedikit banyak menghilangkan rasa malu ataupun minder dalam menawarkan barang kepada konsumen. Sinergi juga terbukti meningkatkan omzet, karena jika ada pembeli yang tertarik membeli salah satu jualan kita, otomatis kita juga sekalian bisa menawarkan atau minimal mempromosikan jualan kita yang lain. Seperti yang terjadi kemarin, banyak yang tertarik membelo bakso baker, tapi setelah di meja kita, maka langsung juga ditawarkan jamur crispy dan sosis baker dan akhirnya mereka tertarik juga untuk membeli. Ada satu usulan yang menarik saat ngelapak tanggal 7 kemarin yaitu membuat “TDA Area” dia kawasan kayu gede. Dalam bayangan saya, di lot 47, 48, 49 dan 50 serta depanya kita kavling saja langsung untuk teman-teman TDA dan saat ngelapak hari minggu kita pasangin spanduk atau papan dengan tulisan “LAPAK KOMUNITAS WIRAUSAHA TDA”.

Minggu, 28 Februari 2010

TIDAK PUNYA MEJA LIPAT, MEJA SETRIKA-PUN JADI (Sepenggal Cerita Ngelapak Di TMII bersama Laskar KOMPAK TDA

Setelah kuping selalu panas serta tangan gatal-gatal dengar cerita teman-teman KOMPAK TDA yang ngelapak di TMII, ditambah kedahuluan action yang dilakukan Mas Rozi, (partner di www.distributorbakso.com ) untuk jualan Bakso Bakar, pagai tadi akhirnya saya bergabung juga dengan teman-teman KOMPAK ngelapak di TMII. Dengan membawa rombongan besar, (istri dan 2 anak yang masih balita plus asissten rumah tangga), misi ngelapakpun akhirnya ketambahan sekalian ber-wisata ke TMII. Dengan peralatan seadanya, bahkan meja yang saya pakai untuk menggelar dagangan memakai meja setrika, tidak mengurangi keasyikan untuk berjualan secara langsung kepada pembeli. Mengambil lokasi di kawasan wisata makanan kayu gede lot no.48, terlihat beberapa laskar KOMPAK juga menyusul hadir kemudian. Ada Mang Yana dan mbak Galuh, Pak Hantiar sekeluarga, Pak Dedy juragan Teh Bandulan, ibu Riana, Ibu Ely dan beberapa laskar KOMPAK lainya . Walaupun keadaan agak sepi dan tidak seramai hari minggu yang lalu-lalu, akibat libur panjang akhir pekan, hal tersebut tidak mengurangi semangat laskar KOMPAK untuk jualan. Dari lapak saya, tercatat 30 porsi bakso bakar barbeque terjual selama 2 jam. Lapak Pak Hantiar dan teman-teman yang lain juga banyak didatangi pembeli. Apalagi lapak Pak Dedy, dengan teh bandulanya, yang pada awal buka dibanderol 1.500 per gelas, setelah peminat banyak harganya malah naik menjadi 2.000, tapi pembelinya malah banyak justru setelah harga dinaikan . Dari ngelapak hari ini, banyak sekali hikmahnya, salah satunya adalah tidak perlu harus mempunyai alat-alat lengkap untuk ngelapak, sayapun akahirnya pakai meja setrika, malah Pak Dedy pernah membawa daun jendela rumahnya untuk alas ngelapak di TMII. Ada juga teman KOMPAK (mas Ricky) yang SMS ke saya, minta ikut ngelapak, mau jadi asisten saya karena belum pede mau buka lapak sendiri. Akhirnya yang bersangkutan saya suruh dating aja ke TMII dan kenalan dengan teman-teman KOMPAK lainya, dengan harapan minggu depan MasRicky sudah pede buka lapak sendiri setelah melihat teman-temna KOMPAK juga ngelapak dengan alat seadanya.

Selasa, 02 Februari 2010

CARA CEPAT & MUDAH BUKA USAHA KULINER WARUNG BAKSO

Usaha kuliner merupakan salah satu usaha tahan krisis dan menjajikan keuntungan yang menggiurkan. Usaha kuliner juga merupakan usaha sepanjang masa dan tidak kenal mati, karena setiap orang sepanjang hidupnya membutuhkan makanan, baik makanan yang mengenyangkan maupun sekedar untuk camilan ataupun selingan. Sama halnya dengan jenis bisnis lainnya, bisnis kuliner juga butuh proses yang panjang untuk eksis dan menjadi pilihan pelanggan. Bisnis kuliner bergantung pada rasa dan kepercayaan, oleh sebab itu tak ada ukuran seberapa besar kita harus memulai bisnis ini. Tidak semua pengusaha kuliner memulai bisnisnya langsung menjadi besar. Sebagian besar justru mengawalinya dari order kecil-kecilan. Karena membuka usaha kuliner yang besar perlu modal besar juga. Untuk memulai usaha kuliner kecil2an dan berniat membesarkannya, anda boleh mencoba beberapa tips berikut ini : Salah satu yang harus kita pertimbangkan dalam memulai usaha kuliner dan usaha secara umum adalah permodalan. Urusan permodalan sebenarnya juga tidak terlalu berat. Cari usaha kuliner yang modal awalnya relative terjangkau oleh kantong kita, sehingga usaha kuliner yang kita idamkan dapat langsung dimulai. Buat daftar dari usaha-saha kuliner yang ditawarkan dari yang termahal sampai dengan yang termurah, coret yang tidak bisa dijangkau, sisakan 3 daftar modal terendah dan jadikan itu sebagai target jangka pendek anda. Hal kedua yang harus kita perhatikan adalah jenis makanan yang akan kita jual. Kita tidak perlu muluk-muluk atau terlalu idealis dalan menetukan jenis makanan. Mulai saja dari jenis makanan yang luas pangsa pasarnya dan yang disukai oleh orang sekitar tempat usaha kita, serta selalu dicari oleh masyarakat. Hal lain yang juga harus kita perhatikan adalah pasokan bahan baku makanan yang menjadi usaha kuliner kita. Pastikan pasokan bahan baku selalu tersedia dalam jumlah yang mencukupi omset usaha kuliner kita. Cari juga pemasok yang memberikan kemudahan, misalnya pemasok juga harus menyediakan juga bumbu untuk usaha kuliner kita. Salah satu usaha kuliner yang sangat mudah dalam memulainya adalah membuka warung bakso. Mengapa harus bakso?? Karena bakso merupakan salah satu makanan yang paling digemari oleh masyarakat dari kalangan manapun, sehingga pangsa pasarnya sangat luas dan mempunyai peluang sangat bagus untuk berkembang. Berdasarkan hal tersebut, kami dari Warung Bakso Mandiri menawarkan kemitraan kepada anda semua yang tertarik untuk membuka usaha kuliner, khususnya warung bakso maupun usaha kuliner lain yang mempunyai bahan baku dari bakso. Kami siap menyediakan dan mensuplay kebutuhan bakso siap saji yang sudah dilengkapi dengan bumbu, sehingga anda tidak perlu repot-repot untuk memproduksi bakso sendiri ataupun meracik bumbu sendiri bagi usaha bakso anda. Produk kami berupa bakso plus bumbu siap saji. Dibuat secara rumahan dari daging sapi asli dan tanpa pengawet serta dengan proses yang hegienis, sehingga tercipta bakso yang halal dan sehat. Kami melayani kebutuhan bakso untuk keperluan catering maupun warung-warung bakso dan warung makan lainya yang membutuhkan bakso. Kami juga menyediakan bakso dalam kemasan kecil berisi 4 butir plus bumbu yang siap saji, yang kami jual melalui agen dan reseller kami. Dengan harga yang terjangkau dan butir bakso yang lebih besar, bakso kami merupakan bakso premium dengan harga rumahan. Anda tertarik bermitra dengan kami sebagai agen atau reseller, silahkan hubungi kami di 0813 1072 1979 atau melalui email aryslho@gmail.com atau kunjungi web kami di www.distributorbakso.com

Rabu, 13 Januari 2010

JALAN LINGKAR TOL CAMAN JATIBENING APA KABARNYA??

Jika anda yang bertempat tinggal di Jatibening dan sekitarnya dan setiap pulang kerja dari arah Jakarta keluar di pintu tol Jatibening ataupun melewati jalan Caman Raya, tentunya sudah mafhum dengan kemacetan yang terjadi setiap jam pulang kerja. Bahkan kadang kala mulai dari keluar pintu tol jati bening menuju jembatan caman kita memerlukan waktu 30 menit bahkan jika kemudian petugas Polisi melakukan system buka tutup di dekat jembatan Caman, maka waktu tempuh tersebut akan bertambah menjadi 45 menit sampai 1 jam. Akses keluar tol Jatibening sebenarnya tidak hanya jalan lurus yang menuju jembatan Caman, ada satu jalan yaitu lagi yang berbelok kekiri dan menuju ring road yang ke arah Jl. Kincan Raya dan menuju Argia, hanya saja kondisi kemacetan di ring road tersebut sama saja, yang diakibatkan oleh banyaknya angkutan maupun ojek yang ngetem dan menunggu penumpang di pintu menuju tol yang ke arah Jakarta setelah jembatan di dekat perumahan Persada Golf serta semrawutnya pertigaan Argia. Permasalahan kemacetan parah di jalan akses keluar tol yang menuju Jl. Caman Raya sebenarnya sudah mempunyai solusi yang menurut saya cukup jitu, yaitu dibangunya jalan lingkar Caman, mulai dari sebelum jembatan Caman menuju ke belakang Gedung Graha Gani dan tembus ke Jl. Caman Raya di dekat Sekolah Armina Utama. Keberadaan jalan lingkar tersebut sangat berguna bagi pengendara yang akan menuju ke arah Jl. Ratna, Jl. Cempaka maupun ke arah Argia. Selama ini pengendara yang akan menuju ketiga arah tersebut harus terlebih dahulu melaju di Jalan Caman Raya yang menuju Kali Malang, untuk kemudian berputar di SPBU Caman dan kembali ke Jembatan Caman. Hal tersebut tentunya semakin memperparah kemacetan di Jl,. Caman Raya apalagi di ujung Kali Malang terdapat Lampu Merah yang juga setiap malamnya sangat macet, maka lengkaplah sudah penderitaan masyarakat di Jatibening dan sekitarnya. Tapi entah mengapa, jalan lingkar Caman tersebut sudah lebih dari 5 tahunan tidak kunjung selesai dibangun. Padahal dari pengamantan saya, jalan tersebut hanya kurang sekitar 50 meter lagi akan tembus ke Jalan Caman Raya. Keberadaan Jalan tersebut akan memudahkan masyarakat Jatibening dan sekitarnya, termasuk warga perumahan Galaxi dan sekitarnya untuk mendapatkan akses yang lebih lancar dan singkat menuju rumah. Di sekitar pintu tol Jatibening itu sendiri, terdapat banyak sekali perumahan, mulai dari Jatibening Estate, Jati bening Tol, Jatibening Permai, Cikunir Raya, belum lagi perumahan-perumahan di sepanjang Jl. Ratna antara lain Mediterania Cikunir dan banyak perumahan baru yang sedang tumbuh. Belum lagi warga masyarakat yang tinggal di perumahan non kompleks yang berada di sekitarnya. Warga Perumahan Galaksi juga lebih suka keluar di Tol Jatibening, untuk kemudian menuju Galaksi melalui Jl. Cempaka dan jalan samping tol. Jadi dapat dibayangkan betapa dinantikannya penyelesaian jalan lingkar caman tersebut oleh warga yang keluar dari pintu tol Jatibening untuk memudian menuju Jl. Cempaka, Jl. Ratna dan sekitarnya. Pemerintah Kota Bekasi seharusnya mendesak PT. Jasa Marga sebagai pengelola tol untuk menyelesaikan jalan lingkar caman tersebut secepatnya. Selama ini belum terdengar kembali kabar berita tentang penyelesaian lebih lanjut jalan lingkar caman tersebut baik dari jasa marga maupun pemerintah Kota Bekasi.Semoga keberadaan jalan lingkar caman tersebut idak sekedar menjadi mimpi warga Jatibening dan sekitarnya, tapi dapat segera di selesaikan untuk kepentingan bersama. Salam Arys www.alfarisifadjari.blogspot.com www.tokobajucantik.com www.ratihsangcorner.com