Selasa, 09 Maret 2010

PEDAGANG PEYEK JOGJA NAIK KELAS

Pak dhe, itulah tukang ojek dan pedagang sekitarnya memanggilnya, nama aslinya sendiri selalu dirahasiakannya. Lelaki berkulit hitam dan berkumis tebal, yang tiap hari mangkal di depan Pintu Jatibening Estate dari arah Jalan Cempaka. 

Pak dhe yang setiap harinya berdagang peyek jogja dengan harga 5 ribu per plastik, ini memang sosok yang ulet dan tekun dalam bekerja. Saya ingat waktu pertama kali mangkal, Pak Dhe cuma menggunakan kardus besar bekas bungkus rokok dan potongan kardus yang ditulis dengan spidol untuk mencantumkan nama produk yang dijualnya, dan kardus tersebut ditaruh di atas sepeda onthelnya. setiap hari mulai jam 6 pagi, saat saya masih jalan-jalan pagi sama anak-anak sampai jam 8-9 malam, Pak dhe masih dengan setia menunggu dagangannya. 

Tidak peduli panas atau hujan, jualan peyek tetap jalan. Ketekunan dan keuletan dalam berjualan yang di jalaninya dalam berjualan peyek jogja dan penerapan management berjualan yang benar, sekarang telah membuahkan hasil. Pak dhe bercerita bahwa setiap habis subuh, dia dan istri sudah harus jalan untuk mengambil peyek jogja dari distributor di bekasi, lalu langsung dibawanya ke lapak di depan Gerbang Jatibening Estate di depan Blok H. 


Di jalan cempaka yang setiap pagi mulai dari jam 5.30 sudah ramai dengan lalu lalang orang yang akan berangkat kerja ataupun mengantar anak ke sekolah itulah pak dhe mengais rizki dengan tekun. Dengan omzet lebih dari 300 ribu per hari, pak dhe dapat mengantongi keuntungan 100 ribu per hari jadi dalam satu bulan pak dhe mendapatkan penghasilan sekitar 3 juta (100 ribu x 30 hari. 
Yang lebih menarik lagi dari sosok pak dhe adalah kedispilinanya dalam mengatur keuangan dari hasil jualannya. Modal yang kembali selalu langsung dipisahakn dari keuntungannya, lalu pak dhe hanya mengambil sekitar 1/2 dari keuntunganya untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan yang 1/2 lagi ditabungnya untuk pengembangan usahanya, sehingga tidak heran jika sekarang pak dhe sudah naik kelas. Daganganya sekarang sudah display di lemari alumunium yang di lapisi kaca, bukan di kardus bekas rokok lagi. Tongkronganya pun sudah di atas sepeda motor dan banner produkpun sudah bukan kertas bekas lag, tapi menggunakan digital printing. 


Pak dhe juga sudah mulai mengajari anaknya untuk berjualan peyek jogja dan sudah mulai mencari tempat untuk lapak keduanya yang akan diberikan untuk anaknya. Dari pak dhe kita dapat belajar bahwa dalam menjalankan usaha ketekunan dan keuletan sangat diperlukan. Usaha tidak cukup hanya taruh modal besar lalu kita tinggal leyeh-leyeh menunggu keuntungan datang.

Usaha tetap harus melibatkan kita sebagai owner dalam menjalankannya, walaupun system sudaha ada. Minimal kita harus terlibat dalam melakukan pengawasan dan inovasi atas usaha tersebut. Hal lain yang juga perlu adalah tertib adminsitrasi dalam keuangan, kita tidak boleh mencampuradukan keuangan usaha dengan rumah, jika kita harus mengambil uang untuk kebutuhan sehari-hari, pastikan kita mengambilnya dari keuntungan yang kita dapat, itupun juga semua keuntungan kita mabil, sisakan keuntungan untuk kita tabung sebagai dana cadangan jika modal kita tergerus ataupun untuk pengembangan usaha. Jika Pak Dhe bisa, saya yakin kitapun bisa.

Senin, 08 Maret 2010

SINERGI USAHA, MENINGKATKAN OMZET (Cerita Ngelapak Bersama Tim Huru Hara KOMPAK TDA)

Bakso bakar…. jamur crispy….. bir pletok….. kerupuk setan…, bakso bakar…. jamur crispy….. bir pletok….. kerupuk setan, bakso bakar…. jamur crispy…… bir pletok….. kerupuk setan…… Itulah teriakan-teriakan dari Tim Huru Hara dan pasukan tidak kenal malu Kompak TDA saat ngelapak di TMII tanggal 7 Maret 2010. Tim Huru Hara yang di gawangi raja sandal, mas Rozi dari www.rajasendal.com, yang kali ini dating komplit bawa pasukan dari Surabaya mas Farid dan mas Hasan, saya sendiri dari www.distributorbakso.com, bu Riana dan teman-teman kompak yang lainnya, tidak henti-henti menawarkan dagangannya kepada pengunjung TMII dan hasilnya memang ruuuuaaaarrr biasaaaaa. Belum lagi aksi mang Yana dan mbak Galuh dengan Sop Buah-nya yang ekstra mantap segarnya, yang kali ini lebih semangat dan pede dalam berjualan dan menerapkan strategi mengasong sambil membawa sop buahnya keliling TMII. Belum lagi Pak Dedy dengan teh bandulan dan cireng bandungnya, yang walupun Cuma senyum-senyum lihatin tim huru hara teriak-teriak, tapi omset teh dan cirengnya juga luar biasa. Belum lagi si Gilang dan teman-temanya dan teman-teman KOMPAK TDA lainnya. Jualan dengan cara keroyokan atapu sinergi seperti yang kami lakukan kemarin terasa lebih mengasyikan, disamping menarik pembeli karena teriakannya yang lucu-lucu, juga sedikit banyak menghilangkan rasa malu ataupun minder dalam menawarkan barang kepada konsumen. Sinergi juga terbukti meningkatkan omzet, karena jika ada pembeli yang tertarik membeli salah satu jualan kita, otomatis kita juga sekalian bisa menawarkan atau minimal mempromosikan jualan kita yang lain. Seperti yang terjadi kemarin, banyak yang tertarik membelo bakso baker, tapi setelah di meja kita, maka langsung juga ditawarkan jamur crispy dan sosis baker dan akhirnya mereka tertarik juga untuk membeli. Ada satu usulan yang menarik saat ngelapak tanggal 7 kemarin yaitu membuat “TDA Area” dia kawasan kayu gede. Dalam bayangan saya, di lot 47, 48, 49 dan 50 serta depanya kita kavling saja langsung untuk teman-teman TDA dan saat ngelapak hari minggu kita pasangin spanduk atau papan dengan tulisan “LAPAK KOMUNITAS WIRAUSAHA TDA”.

Minggu, 28 Februari 2010

TIDAK PUNYA MEJA LIPAT, MEJA SETRIKA-PUN JADI (Sepenggal Cerita Ngelapak Di TMII bersama Laskar KOMPAK TDA

Setelah kuping selalu panas serta tangan gatal-gatal dengar cerita teman-teman KOMPAK TDA yang ngelapak di TMII, ditambah kedahuluan action yang dilakukan Mas Rozi, (partner di www.distributorbakso.com ) untuk jualan Bakso Bakar, pagai tadi akhirnya saya bergabung juga dengan teman-teman KOMPAK ngelapak di TMII. Dengan membawa rombongan besar, (istri dan 2 anak yang masih balita plus asissten rumah tangga), misi ngelapakpun akhirnya ketambahan sekalian ber-wisata ke TMII. Dengan peralatan seadanya, bahkan meja yang saya pakai untuk menggelar dagangan memakai meja setrika, tidak mengurangi keasyikan untuk berjualan secara langsung kepada pembeli. Mengambil lokasi di kawasan wisata makanan kayu gede lot no.48, terlihat beberapa laskar KOMPAK juga menyusul hadir kemudian. Ada Mang Yana dan mbak Galuh, Pak Hantiar sekeluarga, Pak Dedy juragan Teh Bandulan, ibu Riana, Ibu Ely dan beberapa laskar KOMPAK lainya . Walaupun keadaan agak sepi dan tidak seramai hari minggu yang lalu-lalu, akibat libur panjang akhir pekan, hal tersebut tidak mengurangi semangat laskar KOMPAK untuk jualan. Dari lapak saya, tercatat 30 porsi bakso bakar barbeque terjual selama 2 jam. Lapak Pak Hantiar dan teman-teman yang lain juga banyak didatangi pembeli. Apalagi lapak Pak Dedy, dengan teh bandulanya, yang pada awal buka dibanderol 1.500 per gelas, setelah peminat banyak harganya malah naik menjadi 2.000, tapi pembelinya malah banyak justru setelah harga dinaikan . Dari ngelapak hari ini, banyak sekali hikmahnya, salah satunya adalah tidak perlu harus mempunyai alat-alat lengkap untuk ngelapak, sayapun akahirnya pakai meja setrika, malah Pak Dedy pernah membawa daun jendela rumahnya untuk alas ngelapak di TMII. Ada juga teman KOMPAK (mas Ricky) yang SMS ke saya, minta ikut ngelapak, mau jadi asisten saya karena belum pede mau buka lapak sendiri. Akhirnya yang bersangkutan saya suruh dating aja ke TMII dan kenalan dengan teman-teman KOMPAK lainya, dengan harapan minggu depan MasRicky sudah pede buka lapak sendiri setelah melihat teman-temna KOMPAK juga ngelapak dengan alat seadanya.

Selasa, 02 Februari 2010

CARA CEPAT & MUDAH BUKA USAHA KULINER WARUNG BAKSO

Usaha kuliner merupakan salah satu usaha tahan krisis dan menjajikan keuntungan yang menggiurkan. Usaha kuliner juga merupakan usaha sepanjang masa dan tidak kenal mati, karena setiap orang sepanjang hidupnya membutuhkan makanan, baik makanan yang mengenyangkan maupun sekedar untuk camilan ataupun selingan. Sama halnya dengan jenis bisnis lainnya, bisnis kuliner juga butuh proses yang panjang untuk eksis dan menjadi pilihan pelanggan. Bisnis kuliner bergantung pada rasa dan kepercayaan, oleh sebab itu tak ada ukuran seberapa besar kita harus memulai bisnis ini. Tidak semua pengusaha kuliner memulai bisnisnya langsung menjadi besar. Sebagian besar justru mengawalinya dari order kecil-kecilan. Karena membuka usaha kuliner yang besar perlu modal besar juga. Untuk memulai usaha kuliner kecil2an dan berniat membesarkannya, anda boleh mencoba beberapa tips berikut ini : Salah satu yang harus kita pertimbangkan dalam memulai usaha kuliner dan usaha secara umum adalah permodalan. Urusan permodalan sebenarnya juga tidak terlalu berat. Cari usaha kuliner yang modal awalnya relative terjangkau oleh kantong kita, sehingga usaha kuliner yang kita idamkan dapat langsung dimulai. Buat daftar dari usaha-saha kuliner yang ditawarkan dari yang termahal sampai dengan yang termurah, coret yang tidak bisa dijangkau, sisakan 3 daftar modal terendah dan jadikan itu sebagai target jangka pendek anda. Hal kedua yang harus kita perhatikan adalah jenis makanan yang akan kita jual. Kita tidak perlu muluk-muluk atau terlalu idealis dalan menetukan jenis makanan. Mulai saja dari jenis makanan yang luas pangsa pasarnya dan yang disukai oleh orang sekitar tempat usaha kita, serta selalu dicari oleh masyarakat. Hal lain yang juga harus kita perhatikan adalah pasokan bahan baku makanan yang menjadi usaha kuliner kita. Pastikan pasokan bahan baku selalu tersedia dalam jumlah yang mencukupi omset usaha kuliner kita. Cari juga pemasok yang memberikan kemudahan, misalnya pemasok juga harus menyediakan juga bumbu untuk usaha kuliner kita. Salah satu usaha kuliner yang sangat mudah dalam memulainya adalah membuka warung bakso. Mengapa harus bakso?? Karena bakso merupakan salah satu makanan yang paling digemari oleh masyarakat dari kalangan manapun, sehingga pangsa pasarnya sangat luas dan mempunyai peluang sangat bagus untuk berkembang. Berdasarkan hal tersebut, kami dari Warung Bakso Mandiri menawarkan kemitraan kepada anda semua yang tertarik untuk membuka usaha kuliner, khususnya warung bakso maupun usaha kuliner lain yang mempunyai bahan baku dari bakso. Kami siap menyediakan dan mensuplay kebutuhan bakso siap saji yang sudah dilengkapi dengan bumbu, sehingga anda tidak perlu repot-repot untuk memproduksi bakso sendiri ataupun meracik bumbu sendiri bagi usaha bakso anda. Produk kami berupa bakso plus bumbu siap saji. Dibuat secara rumahan dari daging sapi asli dan tanpa pengawet serta dengan proses yang hegienis, sehingga tercipta bakso yang halal dan sehat. Kami melayani kebutuhan bakso untuk keperluan catering maupun warung-warung bakso dan warung makan lainya yang membutuhkan bakso. Kami juga menyediakan bakso dalam kemasan kecil berisi 4 butir plus bumbu yang siap saji, yang kami jual melalui agen dan reseller kami. Dengan harga yang terjangkau dan butir bakso yang lebih besar, bakso kami merupakan bakso premium dengan harga rumahan. Anda tertarik bermitra dengan kami sebagai agen atau reseller, silahkan hubungi kami di 0813 1072 1979 atau melalui email aryslho@gmail.com atau kunjungi web kami di www.distributorbakso.com

Rabu, 13 Januari 2010

JALAN LINGKAR TOL CAMAN JATIBENING APA KABARNYA??

Jika anda yang bertempat tinggal di Jatibening dan sekitarnya dan setiap pulang kerja dari arah Jakarta keluar di pintu tol Jatibening ataupun melewati jalan Caman Raya, tentunya sudah mafhum dengan kemacetan yang terjadi setiap jam pulang kerja. Bahkan kadang kala mulai dari keluar pintu tol jati bening menuju jembatan caman kita memerlukan waktu 30 menit bahkan jika kemudian petugas Polisi melakukan system buka tutup di dekat jembatan Caman, maka waktu tempuh tersebut akan bertambah menjadi 45 menit sampai 1 jam. Akses keluar tol Jatibening sebenarnya tidak hanya jalan lurus yang menuju jembatan Caman, ada satu jalan yaitu lagi yang berbelok kekiri dan menuju ring road yang ke arah Jl. Kincan Raya dan menuju Argia, hanya saja kondisi kemacetan di ring road tersebut sama saja, yang diakibatkan oleh banyaknya angkutan maupun ojek yang ngetem dan menunggu penumpang di pintu menuju tol yang ke arah Jakarta setelah jembatan di dekat perumahan Persada Golf serta semrawutnya pertigaan Argia. Permasalahan kemacetan parah di jalan akses keluar tol yang menuju Jl. Caman Raya sebenarnya sudah mempunyai solusi yang menurut saya cukup jitu, yaitu dibangunya jalan lingkar Caman, mulai dari sebelum jembatan Caman menuju ke belakang Gedung Graha Gani dan tembus ke Jl. Caman Raya di dekat Sekolah Armina Utama. Keberadaan jalan lingkar tersebut sangat berguna bagi pengendara yang akan menuju ke arah Jl. Ratna, Jl. Cempaka maupun ke arah Argia. Selama ini pengendara yang akan menuju ketiga arah tersebut harus terlebih dahulu melaju di Jalan Caman Raya yang menuju Kali Malang, untuk kemudian berputar di SPBU Caman dan kembali ke Jembatan Caman. Hal tersebut tentunya semakin memperparah kemacetan di Jl,. Caman Raya apalagi di ujung Kali Malang terdapat Lampu Merah yang juga setiap malamnya sangat macet, maka lengkaplah sudah penderitaan masyarakat di Jatibening dan sekitarnya. Tapi entah mengapa, jalan lingkar Caman tersebut sudah lebih dari 5 tahunan tidak kunjung selesai dibangun. Padahal dari pengamantan saya, jalan tersebut hanya kurang sekitar 50 meter lagi akan tembus ke Jalan Caman Raya. Keberadaan Jalan tersebut akan memudahkan masyarakat Jatibening dan sekitarnya, termasuk warga perumahan Galaxi dan sekitarnya untuk mendapatkan akses yang lebih lancar dan singkat menuju rumah. Di sekitar pintu tol Jatibening itu sendiri, terdapat banyak sekali perumahan, mulai dari Jatibening Estate, Jati bening Tol, Jatibening Permai, Cikunir Raya, belum lagi perumahan-perumahan di sepanjang Jl. Ratna antara lain Mediterania Cikunir dan banyak perumahan baru yang sedang tumbuh. Belum lagi warga masyarakat yang tinggal di perumahan non kompleks yang berada di sekitarnya. Warga Perumahan Galaksi juga lebih suka keluar di Tol Jatibening, untuk kemudian menuju Galaksi melalui Jl. Cempaka dan jalan samping tol. Jadi dapat dibayangkan betapa dinantikannya penyelesaian jalan lingkar caman tersebut oleh warga yang keluar dari pintu tol Jatibening untuk memudian menuju Jl. Cempaka, Jl. Ratna dan sekitarnya. Pemerintah Kota Bekasi seharusnya mendesak PT. Jasa Marga sebagai pengelola tol untuk menyelesaikan jalan lingkar caman tersebut secepatnya. Selama ini belum terdengar kembali kabar berita tentang penyelesaian lebih lanjut jalan lingkar caman tersebut baik dari jasa marga maupun pemerintah Kota Bekasi.Semoga keberadaan jalan lingkar caman tersebut idak sekedar menjadi mimpi warga Jatibening dan sekitarnya, tapi dapat segera di selesaikan untuk kepentingan bersama. Salam Arys www.alfarisifadjari.blogspot.com www.tokobajucantik.com www.ratihsangcorner.com

Selasa, 15 Desember 2009

Making The Giant Leap

Entah mengapa saya diundang oleh panitia launching buku dari Stanley Atmadja, Founder dan CEO Adira Finance. Kebetulan sekali, dan kalau boleh saya sebut ini adalah berlakunya the law of attraction. Sudah lama saya mengamati sosok ini. Terakhir namanya muncul dalam daftar The Great Marketer versi majalah Marketing. Makin penasaran saya. Tapi sumber tulisan mengenainya masih sedikit. Ternyata, orang sukses seperti beliau juga butuh untuk meninggalkan legacy. Ia pun menuliskan pengalamannya merintis dan membesarkan Adira yang kabarnya sekarang sudah menempati posisi teratas di bisnis leasing. Buku berjudul Making The Giant Leap, nampaknya sangat tepat, mengingat yang telah dicapai oleh Adira memang seperti itu. Dari tahun 1996 sampai 2008, besar aset kredit yang dikelola tumbuh hamper 100 kali mencapai total hampir Rp. 17 triliun, dengan perolehan laba bersih yang meningkat hampir 500 kali menjadi lebih dari Rp. 1 triliun di tahun 2008. Bahkan dalam kurun waktu 1998 sampai 2002, pertumbuhannya mencapai 1.700%! Hebatnya lagi, pertumbuhan itu tidak terjadi sekali saja, tapi berkali-kali secara konsisten. Artinya pertumbuhan itu sustainable. Pertanyaannya adalah tentu: bagaimana cara melakukanya? Ini pasti bikin penasaran khalayak. Jawabannya ada di buku ini. "Buku ini bukanlah berisi teori, tapi praktek-praktek yang diteorikan", ujar Pak Stanley membuka pembicaraannya. Buku ini lahir dari flashback perjalanan Adira Finance selama hampir 20 tahun. Sebagai perusahaan leasing yang katanya tidak ada aset apa pun kecuali "manusia", tentu fokus utama perusahaan adalah bagaimana menggunakan human capital ini sebagai leverage bisnis utama. Memang diakui juga bahwa strategi bisnis yang jitu, struktur organisasi, sistim-sistim, dan tools manajemen memegang peranan penting, namun di atas semua itu, oranglah sumber kinerja yang mengesankan itu. Berdasarkan "praktek yang diteorikan" ini, Pak Stanley memaparkan "teorinya" membangun dan membesarkan Adira Finance Pak Stanley memperkenalkan istilah organisasi baru yaitu Giant-Leap Organization (GLO), yaitu organisasi yang mampu mencapai lompatan kinerja yang konsisten dan sustainable dalam kurun waktu lama. Hal ini bisa diwujudkan jika pengelolaan organisasi tersebut berpusat pada kekuatan sumber daya manusia. Di dalam GLO, melalui sistim kokoh yang berbasis pada pengembangan potensi SDM, maka "orang-orang biasa" akan menjadi "orang-orang luar biasa". Melalui iklim kerja yang diciptakan, budaya perusahaan yang dipraktekkan, pola kerja yang berfokus pada tim, maka potensi SDM yang biasa-biasa saja akan mampu dioptimalkan menjadi kekuatan luar biasa. Berikut ini adalah model Giant Leap Organization yang ditawarkan oleh Pak Stanley: *1. Leader-Driven Enterprise*. Collective leader adalah "jantung" terwujudnya GLO. Mereka tidak hanya tersebar di jajaran puncak, melainkan di seluruh tingkatan organisasi. Tugas hakiki dari sebuah organisasi adalah menjadi "pabrik pemimpin". Dan tugas seorang pemimpin di GLO adalah menciptakan sebanyak mungkin pemimpin lain di seluruh bagian organisasi. *2. Managing by Values.* Lasting company is values-based company. Elemen values ini adalah nilai-nilai budaya yang dipegang teguh dan diyakini oleh semua karyawan dan teraplikasi dalam perilaku kolektif mereka, mencakup level IQ, EQ dan SQ. Bahkan di Adira, karyawan yang beragama Islam diwajibkan ikut pelatihan ESQ. *3. The Power of Team Sinergy*. GLO bukanlah organisasi yang piawai menciptakan "superman", tapi "super team". Esensinya adalah bagaimana menciptakan team synergy, sehingga menghasilkan output yang lebih besar ketimpang pencapaian pribadi-pribadi. Sinergi itu terwujud melalui result oriented goal, team chemistry, syncronized collaboration, team empowerment dan team recognition. *4. People-Focused Execution*. Di dalam GLO, eksekusi menempati posisi sentral selain strategi. Fokus kepada eksekusi harus menjadi nilai dasar, kebiasaan, dan disiplin yang harus dikembangkan secara konsisten dari waktu ke waktu. Eksekusi harus menjadi menjadi pekerjaan langsung pemimpin di semua level organisasi. *5. Winning Spirit*. Sebuah GLO harus memiliki orang-orang dengan spirit untuk menjadi pemenang. Organisasi harus menciptakan kondisi yang dibutuhkan untuk menanamkan mindset "play to win", yang mencakup keberanian mengeksplorasi hal baru, melakukan umpan balik yang jujur, dan keterbukaan. Empat sikap yang harus dikembangkan adalah: dream big think big, good is not enough, sky is the limit, healthy environment. *6. Human Emphaty*. GLO sangat concern membangun human emphaty dengan cara memfasilitasi terwujudnya kehidupan yang seimbang dari setiap karyawannya, mencakup family life, professional life, social life dan spiritual life, sehingga karyawan menemukan meaning of life. Peran perusahaan menjadi "holistic company". A sustainable company is a holistic company. Luar biasa sekali buku ini. Sikap saya terhadap teori-teori Pak Stanley adalah: no question. Karena dia telah mempraktekkan semua yang dituliskan ini. He walked the talks. Dia bukan pengamat atau teoritikus. Beruntung sekali saya bisa hadir dan dihadiahi buku seperti ini di penghujung tahun ini. Ini menjadi bekal saya untuk melangkah dan berbuat lebih baik lagi buat organisasi. Ada satu hal yang saya suka dari pertumbuhan bisnis Pak Stanley. Bahwa di 5-8 tahun pertama, pertumbuhan Adira sangat landai. Baru setelah lewat 10 tahun pertumbuhannya menjadi eksponensial. Ternyata, 5 tahun pertama adalah masanya untuk membangun pondasi, memperkuat internal guna menyambut datangnya pertumbuhan eksponensial. Dan itu terbukti. Ini seperti filosofi pohon bambu. Bertahun-tahun pertumbuhannya stagnan, padahal sebenarnya itu adalah masa memperkuat pondasi. Pohon bambu akarnya sangat kuat dan saling terkait. Tidak pernah kita dengar ada pohon bambu yang tumbang diterpa angina kencang. Dari tulisan Rony Yuzirman di milis TDA, Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Senin, 07 Desember 2009

HUUUUUUU................

Dalam sebuah essay-nya Muhammad Sobary bercerita tentang Sunan Kalijogo. Saat beliau sedang berjalan-jalan untuk berda'wah beliau melihat seekor ular sedang mengincar seekor katak, tiba-tiba ular tersebut menelan katak tersebut. Sebelum seluruh tubuh katak tersebut masuk ketubuh ular, Sunan Kalijogo berteriak "Huuuuu…" ular kaget dan kemudian secara spontan ular tersebut mengeluarkan katak tersebut dari mulutnya dan lari. Katak itupun merasa senang dan kemudian lari. Lalu ular tersebut mengadu kepada Nabi Sulaiman "kenapa Ia tidak boleh memakan katak tersebut, padahal sesuai kodrat alam, katak memang salah satu makanan baginya". Lalu Nabi Sulaiman menegur Sunan Kalijogo, mengapa Ia melarang ular tsb memakan katak. Sunan Kalijogo lalu berkata bahwa ular tersebut telah salah tanggap sasmito terhadap teriakkanya. Yang Ia maksud dengan Huuuuuuuuuu…… tersebut adalah "huuuuuuuntalen" (ditelan), bukan "huuuuuuuuncalno" (keluarkan) . Kondisi bangsa kita saat ini jika dicermati mempunyai kemiripan dengan cerita antara ular dan Sunan Kalijogo tersebut diatas. Banyak orang yang salah tanggap terhadap sesuatu keadaan ataupun niat orang lain. Sering orang mengkomentari atau menilai ucapan seseorang tanpa melihat substansi, tujuan ataupun apa yang menjadi dasar orang tersebut ngomong. Kita malas untuk melakukan cros cek terhadap laporan ataupun omongan yang masuk ke dalam alam pikiran kita. Apalagi jika omongan tersebut menyinggung tentang dirinya terutama jika menyangkut sesuatu yang jelek, yang dapat menghancurkan image atau pencitraan dirinya. Ia pasti langsung mencak-mencak tidak perduli omongan tersebut benar atau salah. Ironisnya penyakit ini banyak menghinggapi pemimpin bangsa kita, dari mulai yang tertinggi sampai yang dibawahnya. Padahal seorang pemimpin atau pejabat harusnya menjadi panutan bagi rakyat atau bawahannya. Setiap omonganya harus mencerminkan kematangan dan kualitas pribadi serta keilmuannya. Mampu mencerna mana yang perlu untuk diomongkan dan mana yang cukup disimpan agar tidak menimbulkan keresahan. Setiap omongan seorang pemimpin atau pejabat harus diiringi dengan fakta-fakta yang kuat, bukan cuma retorika memutar-mutar saja, yang ternyata di belakang hari tidak pernah dapat dibuktikannya. Seorang pemimpin harus dapat dan mau bersikap bijaksana. Setiap omongan tentang diri kita pasti ada manfaatnya. Kritikan misalnya akan bermanfaat untuk memperbaiki kekurangan kita ataupun kebodohan yang pernah kita lakukan. Pujian juga harus kita persepsikan sebagai tantangan bagi kita, untuk dapat membuktikan bahwa kita memang pantas untuk dipuji seperti itu. Omongan yang bersifat rumpian pun tidak perlu kita tanggapi secara serius, tapi cukup berguna, minimal membantu kita menilai seseorang itu seperti apa. Jika hal-hal tersebut kita abaikan maka dapat dipastikan kita akan terkena makian huuuuuuuuuuuuuuuuu…………… dari masyarakat banyak.