Minggu, 28 Februari 2010

TIDAK PUNYA MEJA LIPAT, MEJA SETRIKA-PUN JADI (Sepenggal Cerita Ngelapak Di TMII bersama Laskar KOMPAK TDA

Setelah kuping selalu panas serta tangan gatal-gatal dengar cerita teman-teman KOMPAK TDA yang ngelapak di TMII, ditambah kedahuluan action yang dilakukan Mas Rozi, (partner di www.distributorbakso.com ) untuk jualan Bakso Bakar, pagai tadi akhirnya saya bergabung juga dengan teman-teman KOMPAK ngelapak di TMII. Dengan membawa rombongan besar, (istri dan 2 anak yang masih balita plus asissten rumah tangga), misi ngelapakpun akhirnya ketambahan sekalian ber-wisata ke TMII. Dengan peralatan seadanya, bahkan meja yang saya pakai untuk menggelar dagangan memakai meja setrika, tidak mengurangi keasyikan untuk berjualan secara langsung kepada pembeli. Mengambil lokasi di kawasan wisata makanan kayu gede lot no.48, terlihat beberapa laskar KOMPAK juga menyusul hadir kemudian. Ada Mang Yana dan mbak Galuh, Pak Hantiar sekeluarga, Pak Dedy juragan Teh Bandulan, ibu Riana, Ibu Ely dan beberapa laskar KOMPAK lainya . Walaupun keadaan agak sepi dan tidak seramai hari minggu yang lalu-lalu, akibat libur panjang akhir pekan, hal tersebut tidak mengurangi semangat laskar KOMPAK untuk jualan. Dari lapak saya, tercatat 30 porsi bakso bakar barbeque terjual selama 2 jam. Lapak Pak Hantiar dan teman-teman yang lain juga banyak didatangi pembeli. Apalagi lapak Pak Dedy, dengan teh bandulanya, yang pada awal buka dibanderol 1.500 per gelas, setelah peminat banyak harganya malah naik menjadi 2.000, tapi pembelinya malah banyak justru setelah harga dinaikan . Dari ngelapak hari ini, banyak sekali hikmahnya, salah satunya adalah tidak perlu harus mempunyai alat-alat lengkap untuk ngelapak, sayapun akahirnya pakai meja setrika, malah Pak Dedy pernah membawa daun jendela rumahnya untuk alas ngelapak di TMII. Ada juga teman KOMPAK (mas Ricky) yang SMS ke saya, minta ikut ngelapak, mau jadi asisten saya karena belum pede mau buka lapak sendiri. Akhirnya yang bersangkutan saya suruh dating aja ke TMII dan kenalan dengan teman-teman KOMPAK lainya, dengan harapan minggu depan MasRicky sudah pede buka lapak sendiri setelah melihat teman-temna KOMPAK juga ngelapak dengan alat seadanya.

Selasa, 02 Februari 2010

CARA CEPAT & MUDAH BUKA USAHA KULINER WARUNG BAKSO

Usaha kuliner merupakan salah satu usaha tahan krisis dan menjajikan keuntungan yang menggiurkan. Usaha kuliner juga merupakan usaha sepanjang masa dan tidak kenal mati, karena setiap orang sepanjang hidupnya membutuhkan makanan, baik makanan yang mengenyangkan maupun sekedar untuk camilan ataupun selingan. Sama halnya dengan jenis bisnis lainnya, bisnis kuliner juga butuh proses yang panjang untuk eksis dan menjadi pilihan pelanggan. Bisnis kuliner bergantung pada rasa dan kepercayaan, oleh sebab itu tak ada ukuran seberapa besar kita harus memulai bisnis ini. Tidak semua pengusaha kuliner memulai bisnisnya langsung menjadi besar. Sebagian besar justru mengawalinya dari order kecil-kecilan. Karena membuka usaha kuliner yang besar perlu modal besar juga. Untuk memulai usaha kuliner kecil2an dan berniat membesarkannya, anda boleh mencoba beberapa tips berikut ini : Salah satu yang harus kita pertimbangkan dalam memulai usaha kuliner dan usaha secara umum adalah permodalan. Urusan permodalan sebenarnya juga tidak terlalu berat. Cari usaha kuliner yang modal awalnya relative terjangkau oleh kantong kita, sehingga usaha kuliner yang kita idamkan dapat langsung dimulai. Buat daftar dari usaha-saha kuliner yang ditawarkan dari yang termahal sampai dengan yang termurah, coret yang tidak bisa dijangkau, sisakan 3 daftar modal terendah dan jadikan itu sebagai target jangka pendek anda. Hal kedua yang harus kita perhatikan adalah jenis makanan yang akan kita jual. Kita tidak perlu muluk-muluk atau terlalu idealis dalan menetukan jenis makanan. Mulai saja dari jenis makanan yang luas pangsa pasarnya dan yang disukai oleh orang sekitar tempat usaha kita, serta selalu dicari oleh masyarakat. Hal lain yang juga harus kita perhatikan adalah pasokan bahan baku makanan yang menjadi usaha kuliner kita. Pastikan pasokan bahan baku selalu tersedia dalam jumlah yang mencukupi omset usaha kuliner kita. Cari juga pemasok yang memberikan kemudahan, misalnya pemasok juga harus menyediakan juga bumbu untuk usaha kuliner kita. Salah satu usaha kuliner yang sangat mudah dalam memulainya adalah membuka warung bakso. Mengapa harus bakso?? Karena bakso merupakan salah satu makanan yang paling digemari oleh masyarakat dari kalangan manapun, sehingga pangsa pasarnya sangat luas dan mempunyai peluang sangat bagus untuk berkembang. Berdasarkan hal tersebut, kami dari Warung Bakso Mandiri menawarkan kemitraan kepada anda semua yang tertarik untuk membuka usaha kuliner, khususnya warung bakso maupun usaha kuliner lain yang mempunyai bahan baku dari bakso. Kami siap menyediakan dan mensuplay kebutuhan bakso siap saji yang sudah dilengkapi dengan bumbu, sehingga anda tidak perlu repot-repot untuk memproduksi bakso sendiri ataupun meracik bumbu sendiri bagi usaha bakso anda. Produk kami berupa bakso plus bumbu siap saji. Dibuat secara rumahan dari daging sapi asli dan tanpa pengawet serta dengan proses yang hegienis, sehingga tercipta bakso yang halal dan sehat. Kami melayani kebutuhan bakso untuk keperluan catering maupun warung-warung bakso dan warung makan lainya yang membutuhkan bakso. Kami juga menyediakan bakso dalam kemasan kecil berisi 4 butir plus bumbu yang siap saji, yang kami jual melalui agen dan reseller kami. Dengan harga yang terjangkau dan butir bakso yang lebih besar, bakso kami merupakan bakso premium dengan harga rumahan. Anda tertarik bermitra dengan kami sebagai agen atau reseller, silahkan hubungi kami di 0813 1072 1979 atau melalui email aryslho@gmail.com atau kunjungi web kami di www.distributorbakso.com

Rabu, 13 Januari 2010

JALAN LINGKAR TOL CAMAN JATIBENING APA KABARNYA??

Jika anda yang bertempat tinggal di Jatibening dan sekitarnya dan setiap pulang kerja dari arah Jakarta keluar di pintu tol Jatibening ataupun melewati jalan Caman Raya, tentunya sudah mafhum dengan kemacetan yang terjadi setiap jam pulang kerja. Bahkan kadang kala mulai dari keluar pintu tol jati bening menuju jembatan caman kita memerlukan waktu 30 menit bahkan jika kemudian petugas Polisi melakukan system buka tutup di dekat jembatan Caman, maka waktu tempuh tersebut akan bertambah menjadi 45 menit sampai 1 jam. Akses keluar tol Jatibening sebenarnya tidak hanya jalan lurus yang menuju jembatan Caman, ada satu jalan yaitu lagi yang berbelok kekiri dan menuju ring road yang ke arah Jl. Kincan Raya dan menuju Argia, hanya saja kondisi kemacetan di ring road tersebut sama saja, yang diakibatkan oleh banyaknya angkutan maupun ojek yang ngetem dan menunggu penumpang di pintu menuju tol yang ke arah Jakarta setelah jembatan di dekat perumahan Persada Golf serta semrawutnya pertigaan Argia. Permasalahan kemacetan parah di jalan akses keluar tol yang menuju Jl. Caman Raya sebenarnya sudah mempunyai solusi yang menurut saya cukup jitu, yaitu dibangunya jalan lingkar Caman, mulai dari sebelum jembatan Caman menuju ke belakang Gedung Graha Gani dan tembus ke Jl. Caman Raya di dekat Sekolah Armina Utama. Keberadaan jalan lingkar tersebut sangat berguna bagi pengendara yang akan menuju ke arah Jl. Ratna, Jl. Cempaka maupun ke arah Argia. Selama ini pengendara yang akan menuju ketiga arah tersebut harus terlebih dahulu melaju di Jalan Caman Raya yang menuju Kali Malang, untuk kemudian berputar di SPBU Caman dan kembali ke Jembatan Caman. Hal tersebut tentunya semakin memperparah kemacetan di Jl,. Caman Raya apalagi di ujung Kali Malang terdapat Lampu Merah yang juga setiap malamnya sangat macet, maka lengkaplah sudah penderitaan masyarakat di Jatibening dan sekitarnya. Tapi entah mengapa, jalan lingkar Caman tersebut sudah lebih dari 5 tahunan tidak kunjung selesai dibangun. Padahal dari pengamantan saya, jalan tersebut hanya kurang sekitar 50 meter lagi akan tembus ke Jalan Caman Raya. Keberadaan Jalan tersebut akan memudahkan masyarakat Jatibening dan sekitarnya, termasuk warga perumahan Galaxi dan sekitarnya untuk mendapatkan akses yang lebih lancar dan singkat menuju rumah. Di sekitar pintu tol Jatibening itu sendiri, terdapat banyak sekali perumahan, mulai dari Jatibening Estate, Jati bening Tol, Jatibening Permai, Cikunir Raya, belum lagi perumahan-perumahan di sepanjang Jl. Ratna antara lain Mediterania Cikunir dan banyak perumahan baru yang sedang tumbuh. Belum lagi warga masyarakat yang tinggal di perumahan non kompleks yang berada di sekitarnya. Warga Perumahan Galaksi juga lebih suka keluar di Tol Jatibening, untuk kemudian menuju Galaksi melalui Jl. Cempaka dan jalan samping tol. Jadi dapat dibayangkan betapa dinantikannya penyelesaian jalan lingkar caman tersebut oleh warga yang keluar dari pintu tol Jatibening untuk memudian menuju Jl. Cempaka, Jl. Ratna dan sekitarnya. Pemerintah Kota Bekasi seharusnya mendesak PT. Jasa Marga sebagai pengelola tol untuk menyelesaikan jalan lingkar caman tersebut secepatnya. Selama ini belum terdengar kembali kabar berita tentang penyelesaian lebih lanjut jalan lingkar caman tersebut baik dari jasa marga maupun pemerintah Kota Bekasi.Semoga keberadaan jalan lingkar caman tersebut idak sekedar menjadi mimpi warga Jatibening dan sekitarnya, tapi dapat segera di selesaikan untuk kepentingan bersama. Salam Arys www.alfarisifadjari.blogspot.com www.tokobajucantik.com www.ratihsangcorner.com

Selasa, 15 Desember 2009

Making The Giant Leap

Entah mengapa saya diundang oleh panitia launching buku dari Stanley Atmadja, Founder dan CEO Adira Finance. Kebetulan sekali, dan kalau boleh saya sebut ini adalah berlakunya the law of attraction. Sudah lama saya mengamati sosok ini. Terakhir namanya muncul dalam daftar The Great Marketer versi majalah Marketing. Makin penasaran saya. Tapi sumber tulisan mengenainya masih sedikit. Ternyata, orang sukses seperti beliau juga butuh untuk meninggalkan legacy. Ia pun menuliskan pengalamannya merintis dan membesarkan Adira yang kabarnya sekarang sudah menempati posisi teratas di bisnis leasing. Buku berjudul Making The Giant Leap, nampaknya sangat tepat, mengingat yang telah dicapai oleh Adira memang seperti itu. Dari tahun 1996 sampai 2008, besar aset kredit yang dikelola tumbuh hamper 100 kali mencapai total hampir Rp. 17 triliun, dengan perolehan laba bersih yang meningkat hampir 500 kali menjadi lebih dari Rp. 1 triliun di tahun 2008. Bahkan dalam kurun waktu 1998 sampai 2002, pertumbuhannya mencapai 1.700%! Hebatnya lagi, pertumbuhan itu tidak terjadi sekali saja, tapi berkali-kali secara konsisten. Artinya pertumbuhan itu sustainable. Pertanyaannya adalah tentu: bagaimana cara melakukanya? Ini pasti bikin penasaran khalayak. Jawabannya ada di buku ini. "Buku ini bukanlah berisi teori, tapi praktek-praktek yang diteorikan", ujar Pak Stanley membuka pembicaraannya. Buku ini lahir dari flashback perjalanan Adira Finance selama hampir 20 tahun. Sebagai perusahaan leasing yang katanya tidak ada aset apa pun kecuali "manusia", tentu fokus utama perusahaan adalah bagaimana menggunakan human capital ini sebagai leverage bisnis utama. Memang diakui juga bahwa strategi bisnis yang jitu, struktur organisasi, sistim-sistim, dan tools manajemen memegang peranan penting, namun di atas semua itu, oranglah sumber kinerja yang mengesankan itu. Berdasarkan "praktek yang diteorikan" ini, Pak Stanley memaparkan "teorinya" membangun dan membesarkan Adira Finance Pak Stanley memperkenalkan istilah organisasi baru yaitu Giant-Leap Organization (GLO), yaitu organisasi yang mampu mencapai lompatan kinerja yang konsisten dan sustainable dalam kurun waktu lama. Hal ini bisa diwujudkan jika pengelolaan organisasi tersebut berpusat pada kekuatan sumber daya manusia. Di dalam GLO, melalui sistim kokoh yang berbasis pada pengembangan potensi SDM, maka "orang-orang biasa" akan menjadi "orang-orang luar biasa". Melalui iklim kerja yang diciptakan, budaya perusahaan yang dipraktekkan, pola kerja yang berfokus pada tim, maka potensi SDM yang biasa-biasa saja akan mampu dioptimalkan menjadi kekuatan luar biasa. Berikut ini adalah model Giant Leap Organization yang ditawarkan oleh Pak Stanley: *1. Leader-Driven Enterprise*. Collective leader adalah "jantung" terwujudnya GLO. Mereka tidak hanya tersebar di jajaran puncak, melainkan di seluruh tingkatan organisasi. Tugas hakiki dari sebuah organisasi adalah menjadi "pabrik pemimpin". Dan tugas seorang pemimpin di GLO adalah menciptakan sebanyak mungkin pemimpin lain di seluruh bagian organisasi. *2. Managing by Values.* Lasting company is values-based company. Elemen values ini adalah nilai-nilai budaya yang dipegang teguh dan diyakini oleh semua karyawan dan teraplikasi dalam perilaku kolektif mereka, mencakup level IQ, EQ dan SQ. Bahkan di Adira, karyawan yang beragama Islam diwajibkan ikut pelatihan ESQ. *3. The Power of Team Sinergy*. GLO bukanlah organisasi yang piawai menciptakan "superman", tapi "super team". Esensinya adalah bagaimana menciptakan team synergy, sehingga menghasilkan output yang lebih besar ketimpang pencapaian pribadi-pribadi. Sinergi itu terwujud melalui result oriented goal, team chemistry, syncronized collaboration, team empowerment dan team recognition. *4. People-Focused Execution*. Di dalam GLO, eksekusi menempati posisi sentral selain strategi. Fokus kepada eksekusi harus menjadi nilai dasar, kebiasaan, dan disiplin yang harus dikembangkan secara konsisten dari waktu ke waktu. Eksekusi harus menjadi menjadi pekerjaan langsung pemimpin di semua level organisasi. *5. Winning Spirit*. Sebuah GLO harus memiliki orang-orang dengan spirit untuk menjadi pemenang. Organisasi harus menciptakan kondisi yang dibutuhkan untuk menanamkan mindset "play to win", yang mencakup keberanian mengeksplorasi hal baru, melakukan umpan balik yang jujur, dan keterbukaan. Empat sikap yang harus dikembangkan adalah: dream big think big, good is not enough, sky is the limit, healthy environment. *6. Human Emphaty*. GLO sangat concern membangun human emphaty dengan cara memfasilitasi terwujudnya kehidupan yang seimbang dari setiap karyawannya, mencakup family life, professional life, social life dan spiritual life, sehingga karyawan menemukan meaning of life. Peran perusahaan menjadi "holistic company". A sustainable company is a holistic company. Luar biasa sekali buku ini. Sikap saya terhadap teori-teori Pak Stanley adalah: no question. Karena dia telah mempraktekkan semua yang dituliskan ini. He walked the talks. Dia bukan pengamat atau teoritikus. Beruntung sekali saya bisa hadir dan dihadiahi buku seperti ini di penghujung tahun ini. Ini menjadi bekal saya untuk melangkah dan berbuat lebih baik lagi buat organisasi. Ada satu hal yang saya suka dari pertumbuhan bisnis Pak Stanley. Bahwa di 5-8 tahun pertama, pertumbuhan Adira sangat landai. Baru setelah lewat 10 tahun pertumbuhannya menjadi eksponensial. Ternyata, 5 tahun pertama adalah masanya untuk membangun pondasi, memperkuat internal guna menyambut datangnya pertumbuhan eksponensial. Dan itu terbukti. Ini seperti filosofi pohon bambu. Bertahun-tahun pertumbuhannya stagnan, padahal sebenarnya itu adalah masa memperkuat pondasi. Pohon bambu akarnya sangat kuat dan saling terkait. Tidak pernah kita dengar ada pohon bambu yang tumbang diterpa angina kencang. Dari tulisan Rony Yuzirman di milis TDA, Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Senin, 07 Desember 2009

HUUUUUUU................

Dalam sebuah essay-nya Muhammad Sobary bercerita tentang Sunan Kalijogo. Saat beliau sedang berjalan-jalan untuk berda'wah beliau melihat seekor ular sedang mengincar seekor katak, tiba-tiba ular tersebut menelan katak tersebut. Sebelum seluruh tubuh katak tersebut masuk ketubuh ular, Sunan Kalijogo berteriak "Huuuuu…" ular kaget dan kemudian secara spontan ular tersebut mengeluarkan katak tersebut dari mulutnya dan lari. Katak itupun merasa senang dan kemudian lari. Lalu ular tersebut mengadu kepada Nabi Sulaiman "kenapa Ia tidak boleh memakan katak tersebut, padahal sesuai kodrat alam, katak memang salah satu makanan baginya". Lalu Nabi Sulaiman menegur Sunan Kalijogo, mengapa Ia melarang ular tsb memakan katak. Sunan Kalijogo lalu berkata bahwa ular tersebut telah salah tanggap sasmito terhadap teriakkanya. Yang Ia maksud dengan Huuuuuuuuuu…… tersebut adalah "huuuuuuuntalen" (ditelan), bukan "huuuuuuuuncalno" (keluarkan) . Kondisi bangsa kita saat ini jika dicermati mempunyai kemiripan dengan cerita antara ular dan Sunan Kalijogo tersebut diatas. Banyak orang yang salah tanggap terhadap sesuatu keadaan ataupun niat orang lain. Sering orang mengkomentari atau menilai ucapan seseorang tanpa melihat substansi, tujuan ataupun apa yang menjadi dasar orang tersebut ngomong. Kita malas untuk melakukan cros cek terhadap laporan ataupun omongan yang masuk ke dalam alam pikiran kita. Apalagi jika omongan tersebut menyinggung tentang dirinya terutama jika menyangkut sesuatu yang jelek, yang dapat menghancurkan image atau pencitraan dirinya. Ia pasti langsung mencak-mencak tidak perduli omongan tersebut benar atau salah. Ironisnya penyakit ini banyak menghinggapi pemimpin bangsa kita, dari mulai yang tertinggi sampai yang dibawahnya. Padahal seorang pemimpin atau pejabat harusnya menjadi panutan bagi rakyat atau bawahannya. Setiap omonganya harus mencerminkan kematangan dan kualitas pribadi serta keilmuannya. Mampu mencerna mana yang perlu untuk diomongkan dan mana yang cukup disimpan agar tidak menimbulkan keresahan. Setiap omongan seorang pemimpin atau pejabat harus diiringi dengan fakta-fakta yang kuat, bukan cuma retorika memutar-mutar saja, yang ternyata di belakang hari tidak pernah dapat dibuktikannya. Seorang pemimpin harus dapat dan mau bersikap bijaksana. Setiap omongan tentang diri kita pasti ada manfaatnya. Kritikan misalnya akan bermanfaat untuk memperbaiki kekurangan kita ataupun kebodohan yang pernah kita lakukan. Pujian juga harus kita persepsikan sebagai tantangan bagi kita, untuk dapat membuktikan bahwa kita memang pantas untuk dipuji seperti itu. Omongan yang bersifat rumpian pun tidak perlu kita tanggapi secara serius, tapi cukup berguna, minimal membantu kita menilai seseorang itu seperti apa. Jika hal-hal tersebut kita abaikan maka dapat dipastikan kita akan terkena makian huuuuuuuuuuuuuuuuu…………… dari masyarakat banyak.

Kamis, 19 November 2009

PERJALANAN MENUJU SUKSES

Sering kali jika kita membaca, mendengarkan atau melihat kisah sukses seseorang, kita jadi bernafsu untuk bisa sesukses dia. Tapi celakanya saking nafsunya kita, sering kali hanya melihat dia saat suksesnya saja, tanpa mau melihat jatuh bangun dan perjuangannya untuk menuju sukses. Padahal sukses seharusnya bukan menjadi fokus kita dalam menjalankan usaha atau apapun dalam kehidupan kita. Kita harusnya memposisikan sukses sebagai akibat dari proses yang telah harus dan akan kita jalankan. Kita harus focus kepada prosesnya itu sendiri, karena jika kita tidak dapat menjalankan prosesnya maka kita tidak akan pernah mencapai sukses. Ibaratnya adalah jika kita ingin pergi ke sebuah kota, katakanlah Jakarta, maka kita harus tahu proses untuk menuju Jakarta. Kita harus tahu bagaiamna cara naik bus yang menuju Jakarta, sebelum naik bus kita harus beli ticketnya atau jika kita naik mobil sendiri kita harus tahu jalan mana yang akan kita ambil menuju Jakarta tersebut. Setelah kita menjalani proses tersebut di atas dengan benar maka akibatnya kita akan sampai di kota Jakarta. Menurut Joseph Campbell setidaknya ada 6 tahapan yang harus ditempuh seseorang untuk menjadi seorang yang sukses, tahapan itu adalah: 1. Innocence atau menjadi orang biasa Jika anda orang biasa atau merasa tidak ada keturunan orang sukses, jangan kuatir tidak bisa mencapai sukses. sukses tidak ada hubungannya dengan keturunan, trah, kekayaan ataupun warisan. Semua orang dilahirkan sama, semua orang terlahir dan hidup sebagai orang biasa, mereka hidup dan bergaul bersama-sama manusia biasa pada umumnya. Kemudian yang membedakan adalah action untuk mewujudkan suksesnya tersebut. 2. The Call (panggilan hidup) Panggilan hidup berkaitan dengan passion kita dalam melakukan sesuatu atau memilih jalan hidup kita. Jika kita merasa tidak nyaman dengan kondisi sekarang atapun merasa tidak sesuai dengan hati nurani, maka kita harus berdaya dan mau untuk melakukan sesuatu untuk melakukan kerja dan melakukan perubahan menuju ke arah yang lebih baik bagi kita sendiri, keluarga, lingkungannya maupun orang-orang disekitarnya. Begitu banyak orang yang sebenarnya gelisah dengan kondisinya sekarang, mereka mungkin kaya tapi hidupnya tidak bahagia, karir sukses tapi sebenarnya gelisah atau jabatan ditempat kerja tinggi, tapi sebenarnya tidak bahagia menjadi orang gajian. Tapi mereka tidak mua berubah atau pengen berubah tapi takut atau tidak tahu caranya. Sebenarnya cukup mdah untuk mengetahui pangiilan hidup kita ada dimana, pertama tanyakan pada hati nuranimu, sebenarnya panggilan hidup saya itu sebagai apa dan harus mengerjakan apa. Lalu jalani, jika kita merasa bahagia, walaupun mungkin jabatan, kekayaan, atapun profesi kita lebih rendah atau sedikit disbanding sebelumnya, maka yakinlah itulah panggilan hidup kita. Jika kita sanggup untuk bertahan dengan panggilan hidup kita tersebut, maka saya yakin kita akan mendapaykan lebih dari sebelum kita berubah. Bukankah jika kita menjalani sesuatu dengan lebih bahagia, pasti akan lebih sukses daripada menjalani sesuatu dengan mengeluh?? 3. Initiation (ujian berat) Ujian hidup pasti akan dialami oleh semua orang. Semua adalah seleksi alam untuk menempanya menjadi indvidu yang tangguh dan bermental sukses yang berbeda dari orang kebanyakan. Dalam menghadapi ujian yang paling penting adalah jangan berputus asa. Kita ikuti saja dulu arus kemana ujian akan membawa, sambil belajar dimana celah untuk keluar dari ujian tersebut serta belajar apa penyebab datangnya ujian, agar kita tidak terkena dua kali ujian yang sama. Dalam Alqur’an telah dinyatakan bahwa Allah hanya akan memberikan ujian sesuai dengan beban yang sanggup di pikul makhluknya. Jadi apapun ujian dari Allah yakinlah bahwa kita pasti sanggup menghadapinya dengan syarat tidak putus asa, tetap berdaya dan usaha serta berdo’a kepada-Nya. 4. Allies (teman setia) Disamping do’a dan usaha, dalam perjuangan mencapai sukses seorang individu ini akan menjumpai kawan yang mempunyai tekad, ideologi dan niatan yang sama untuk mencapai tujuan perjuangannya. Kawan setia inilah yang akan membantu sang pejuang dalam meraih apa yang dicita-citakan. Bukankah kita familiar dengan ungkapan “dibalik kesuksesan seorang pria (suami), pasti ada seorang wanita (istri) yang hebat atau ungkapan yang popular di TDA bahwa kesuksesan anda juga ditentukan oleh 5 kawan terdekat anda. Makanya mastermaind di TDA sangat dianjurkan. Kisah lain yang menunjukan bahwa seorang kawan adalah sangat penting adalah dari kisah Nabi Musa yang dibantu oleh Nabi Harun dalam menghadapi Firaun, Nabi Isa yang dibantu 12 muridnya yang setia (hawariyin), hingga zaman Rasulullah Muhammad yang dibantu para Shahabatnya yang tangguh. Bahkan penguasa zalim Hitler juga didukung oleh teman setianya Goebel, Heinrich Himmler, Rommel dan lainnya. 5. Breaktrough (terobosan) Yang membedakan antara manusia biasa dengan individu sukses adalah dia (atau mereka) mampu membuat terobosan besar yang jauh melampaui orang-orang yang hidup di masanya. Skala kerjanya lebih luas dan perubahan yang dilakukan akan sangat berarti bagi lingkungan di sekitarnya. Think out of the box sangat diperlukan untuk memenangkan kompetisi dan mengatasi kesulitan yang ada. 6. Celebration (keberhasilan) Setelah jauhnya perjalanan menuju yang dicita-citakan dan diperjuangkan, banyaknya ujian dan aral melintang. Saatnya sang kita memetik buah keberhasilan dan kemenangan dari apa yang dahulu diperjuangkan. Tiada yang lebih indah daripada menikmati hasil keberhasilan. Sebagian langsung bisa menikmatinya, sebagian yang lain dinikmati oleh generasi setelahnya. Tapi kita harus mampu membedakan mana sukses yang sebenarnya dan sukses yang menurut kita semu. Sukses yang semu adalah jika kesusksesan kita tersebut hanya dapat dinikmati oleh kita sendiri, tanpa dapat membawa kemanfaatn untuk orang lain disekitar kita. Sukses sebenarnya adalah sebalikanya, kita harus mampu menularkannya kepada orang lain, sehingga orang lain juga ikut sukses dan merasakan buah yang telah kita tuai tersebut. Berbagilah dengan sesame, karena yakinlah apa yang kita bagikan dan berikan akan kembali kepada kita minimal 10 kali lipatnya dari yang kita berikan.

Senin, 02 November 2009

NASEHAT SEBELUM BERINVESTASI

Tulisan ini saya ambil dari tulisanya Fauzi Rachmanto, menurut saya sangat bermanfaat dan harus anda baca sebelum mengambil keputusan untuk berinvestasi. Pertama, Kenali diri Anda. Lho masa sih sama diri sendiri tidak kenal? Nama, tanggal lahir, alamat sampai nomor KTP saja kan hapal. Maksudnya, kenali betul Anda ini sebenarnya siapa? Apakah Anda seorang pegawai yang ingin mengembangkan tabungan Anda supaya lebih banyak lagi melalui investasi. Atau barangkali Anda seorang pengusaha yang sedang ingin menikmati membangun bisnis lengkap dengan suka duka nya. Ataukah Anda seorang pengusaha sukses yang sudah melewati fase mengelola usaha, dan kini ingin “beternak uang”? Lalu apa tujuan Anda berinvestasi? Apa yang Anda inginkan dari investasi yang akan Anda lakukan. Apakah Anda memang ingin menjadi investor? Atau Anda sedang ingin mengoptimalkan aset Anda untuk mendukung pengembangan usaha? Kemudian apa target Anda dalam berinvestasi? Hasil cepat dalam jangka pendek, karena Anda sekedar memanfaatkan dana menganggur sebelum dana digunakan untuk hal lain? Atau Anda memang sedang ingin mencapai akumulasi kapital yang besar, dan siap dengan permainan investasi jangka panjang? Berapa dana yang siap Anda gunakan untuk investasi? Berapa lama Anda sanggup menahan dana tersebut dalam wahana investasi yang Anda pilih? Berapa besar risiko yang sanggup Anda tanggung seandainya investasi tidak berjalan sesuai rencana? Anda jawab dulu pertanyaan-pertanyaan di atas, sebelum masuk ke meja kedua. Kedua, Kenali mitra investasi Anda Anda sudah kenal calon mitra investasi Anda? Nama, alamat, nomor telpon, email, jenis usaha, kegiatan sehari-hari, account facebook? Tidak cukup. Oh, jangan khawatir Anda mungkin mengenal calon mitra Anda dari komunitas terpercaya, atau bahkan kenal dari aktivitas keagamaan. Atau barangkali, calon mitra Anda terkenal, sering muncul di koran dan majalah bisnis. Sayangnya semua itupun tidak cukup. Anda akan mempercayakan dana investasi Anda. Maka Anda harus mengenal betul mitra Anda. Bukan sekedar mengenal pribadi nya. Tapi Anda harus tahu betul dana Anda akan diinvestasikan kembali dalam kegiatan usaha apa. Dan bagaimana mitra Anda menjalankan usaha tersebut. Baguskah pengelolaannya? Baguskan manajemen nya? Pengalaman dan track recordnya? Dan terutama baguskah hasilnya? Misalnya dana Anda akan diinvestasikan kembali dalam usaha agrobisnis? Maka Anda harus terjun melakukan observasi sendiri bagaimanan kegiatan agrobisnis akan dilakukan. Apa risiko-risiko nya, dan bagaimana mitra Anda mampu menangani risiko tadi. Apakah ada pengalaman sebelumnya yang membuktikan mitra Anda mampu menangani risiko. Properti? Anda harus tahu dimana lokasinya? Bagaimana prospeknya? Kemampuannya menyelesaikan proyek, dan sebagainya. Industri telekomunikasi? Pertambangan? Pelayaran? Penerbangan? Sama saja. Jangan ragu dan malu bertanya, daripada nanti menyesal. Jangan sampai mitra usaha Anda belakangan sekedar berdalih "maaf, saya ditipu orang" hanya karena ketidaktahuan mereka dalam bisnis yang akan dimasuki. Ketiga: Berhitunglah Sendiri Percayalah, semua hitungan dalam proposal investasi sudah pasti indah adanya. Kalau saya, pasti saya hitung kembali. Dengan asumsi saya sendiri. Karena seringkali asumsi nya over-optimistic dan tidak realistis. Cara terbaik adalah dengan melakukan cross-check dengan dunia nyata. Misalnya jika calon mitra mengaku usaha tersebut revenue perbulannya sekian milyar, maka coba cek usaha sejenis, apa betul angka tadi masuk akal. Dengan sedikit survey, maka Anda akan memiliki perhitungan yang lebih masuk akal. Perhitungan yang luar biasa khayal biasanya menyangkut proyeksi pertumbuhan per tahun. Wah, bisa sangat indah. Tumbuh sekian puluh persen per tahun, BEP dalam sekian tahun. Dan seterusnya. Ingat, semua adalah berdasarkan asumsi. Hasilnya bisa sama sekali berbeda ketika asumsi berubah. Keempat: Bicaralah dengan Mr. Spock dan Dr. Mc.Coy Di film Star Trek, Kapten Kirk punya dua penasehat: Dr. Mc.Coy yang emosional, dan Mr. Spock yang logis. Ketika membuat keputusan Kirk sering bertanya kepada keduanya, untuk mendapat masukan yang balance. Dalam berinvestasi Anda juga harus bertanya pada Spock dan Mc.Coy. Jangan hanya karena faktor emosi, Anda membuat keputusan investasi. Misalnya, karena memiliki ikatan batin atau terpesona kharisma mitra investasi, Anda rela melepas ratusan juta. Atau Anda melakukan investasi hanya karena teman lain sudah melakukan. Anda tidak kuasa membayangkan teman Anda nanti akan kaya raya dari investasi yang ditawarkan, dan Anda takut ketinggalan miskin sendirian. Kata-kata “Yang lain sudah ambil nih, tinggal kamu saja ...” terngiang di telinga. Maka karena perasaan Anda tidak mau kalah, keputusan investasi diambil dengan cepat. Sebenarnya ini tidak salah, karena emosi manusia memang sesungguhnya membantu. Tapi tolong tanya juga Mr.Spock yang ada dalam diri Anda sendiri. Apakah investasi ini memang layak dilakukan? Apakah keuntungan yang ditawarkan masuk akal? Apakah risiko yang mungkin terjadi sepadan dengan dana yang akan Anda keluarkan? Terlebih kalau mitra investasi Anda menghimpun dana dari orang banyak. Tanyakan ke Spock, bagaimana dengan likuiditasnya? Bayangkan, calon mitra investasi Anda mengumpulkan uang dari banyak investor. Kemudian menginvestasikan dana yang terkumpul kedalam berbagai bentuk usaha dan investasi. Dan dapat dipastikan sebagian besar nvestasi yang dilakukan tidak likuid. Karena yang likuid (mudah menjadi kas kembali) paling hanya rekening bank, deposito dan investasi surat berharga yang marketabel dan dijual di pasar modal dan pasar uang. Jadi misalnya 20% saja dari dana investor ditarik pada hari yang sama, mitra investasi Anda akan kolaps. Kenapa? Karena uang sudah menjadi asset tidak likuid, yang perlu waktu untuk kembali menjadi cash kembali. Bagaimana kalau yang menarik dana sebanyak 50%, 80%? Wah, bisa saya pastikan mitra investasi Anda akan mendadak sulit ditemui. Bukan karena soal itikad baik, namun memang secara logis, ada siklus “asset conversion cycle”, yang membuat kas tidak bisa ditarik begitu saja dengan cepat, apalagi dalam jumlah banyak. Kelima: Miliki “Exit Strategy” Semua investasi pada prinsipnya harus memiliki strategi untuk “keluar pada keadaan darurat”. Mirip pintu darurat pada pesawat terbang atau gedung-gedung perkantoran. Jika terjadi risiko yang tidak dikehendaki, melalui jalan mana Anda akan keluar dari investasi Anda. Investasi saham dan valas, punya pintu exit berupa batas untuk cut-loss. Misalnya kalau harga terus turun, di titik tertentu harus berani melepas supaya kerugian tidak semakin besar. Dalam hal ini exit strategy nya mudah, yaitu jual. Property, emas, dsb, juga exit strategy nya adalah melepas dan memperoleh kembali kas, meskipun tidak 100% karena dipotong “realized loss”. Bahkan bank, ketika memberikan pinjaman kepada debitur, selalu meminta kolateral untuk memback-up pinjaman yang diberikan. Kalau debitur tidak mampu membayar, maka exit strategy nya adalah dengan mengeksekusi kolateral. Anda bisa menilai sendiri, apakah investasi yang Anda lakukan memiliki exit strategy? Bagaimana jika mitra investasi tidak mampu membayar hasil investasi yang dijanjikan. Atau malah lebih gawat lagi tidak mampu membayar pokok investasi nya? Apa yang dapat dilakukan untuk memperoleh kembali kas yang Anda tanam? Investasi yang tanpa exit strategy sama saja dengan pesawat tanpa pintu darurat. Kalau setelah melewati lima meja di atas, Anda yakin investasi Anda layak dilaksanakan, maka lakukan saja. Banyak yang mengatakan bahwa dalam berinvestasi, jangan menaruh telur di keranjang yang sama. Itu betul. Namun tidak cukup. Lima langkah di atas saya maksudkan untuk memastikan bahwa kita tidak menaruh telur di keranjang yang sama, dan pastinya bukan keranjang yang jebol.